Dari Singkong Jadi Energi: Langkah Serius Indonesia Menuju Kemandirian Bioetanol

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Kamis, 30 Oktober 2025 | 21:58 WIB
 Pemerintah siapkan lahan untuk bangun pabrik etanol.  (Facebook.com/TheDistilleryPhuket)
Pemerintah siapkan lahan untuk bangun pabrik etanol. (Facebook.com/TheDistilleryPhuket)

TITIKTEMU.CO - Pemerintah kini tampak semakin serius menatap masa depan energi bersih.

Rencana besar untuk mengembangkan industri bioetanol tak lagi sekadar wacana di atas kertas.

Melalui Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), langkah konkret sedang diambil: mencari lahan potensial untuk menanam bahan baku etanol di berbagai wilayah Indonesia.

Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid, menyebut bahwa saat ini sudah disiapkan sekitar 240 ribu hektare lahan.

Angka itu baru sebagian dari target ambisius pemerintah, yaitu 1 juta hektare untuk mendukung produksi etanol nasional.

Langkah ini menjadi bagian penting dari strategi pengurangan impor bahan bakar minyak (BBM), terutama bensin, yang direncanakan akan dicampur etanol sebanyak 10 persen (E10) pada tahun 2027 mendatang.

Baca Juga: Saksi Kasus Kematian Prada Lucky, Prada Richard Ungkap Trauma dan Permintaan Dipindahkan dari Satuan

Lahan Tersebar, Harapan Mengalir

Menurut Nusron, 240 ribu hektare lahan yang sudah siap tersebar di 18 provinsi, dan pemerintah tengah mempercepat perluasan hingga menyentuh target penuh.

Fokus utama penanaman akan jatuh pada singkong dan tebu sebagai bahan baku utama produksi etanol.

“Masih sekitar 240 ribu hektare yang tersedia dari target 1 juta. Lahan ini tersebar di berbagai provinsi,” ujar Nusron kepada media di Jakarta, Rabu (29/10/2025).

Langkah ini bukan hanya tentang energi, tetapi juga tentang mendistribusikan pertumbuhan ekonomi ke berbagai daerah melalui sektor pertanian dan industri pengolahan.

Kementan Siap Kawal Produksi Bahan Baku

Dari sisi pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan) siap berkoordinasi dengan ATR/BPN untuk memastikan ketersediaan bahan baku berjalan lancar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Sumber: Siaran Pers

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X