Edukasi Lingkungan ala Anak Muda IFG
Tak hanya fokus ekonomi, IFG juga mengajak warga setempat peduli terhadap lingkungan.
Melalui workshop daur ulang sampah, komunitas Millenials IFG mengajarkan cara memilah sampah rumah tangga dan memanfaatkan limbah organik menjadi eco-enzyme yang ramah lingkungan.
Program ini ditujukan menanamkan kebiasaan peduli lingkungan sejak dini dan sejalan dengan pilar tanggung jawab lingkungan IFG.
Baca Juga: Sustainable Living: Gaya Hidup Ramah Lingkungan atau Sekadar Gaya Sosial Media?
Layanan Kesehatan dan Edukasi untuk Anak
IFG juga melibatkan anak perusahaan dalam memperluas manfaat kegiatan.
Jasindo menghadirkan Mobil Sehat yang menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga rusun.
Sementara Mobil Pintar Askrindo membawa kegiatan edukatif bagi anak-anak melalui permainan interaktif yang membahas pencegahan kekerasan dan kejahatan seksual.
Aksi Hijau: Tanam Mangrove untuk Pesisir Marunda
Puncak kegiatan ditandai dengan penanaman bibit mangrove di kawasan pesisir Marunda.
Aksi hijau ini melibatkan jajaran direksi IFG, pengelola rusun, petani mangrove, komunitas perempuan Persit Kartika Chandra Kirana, dan relawan Srikandi serta Millenials IFG.
Selain simbol komitmen lingkungan, kegiatan ini bertujuan memperkuat ekosistem pesisir yang rentan abrasi.
Pesan IFG: Sinergi untuk Masa Depan Berkelanjutan
Sekretaris Perusahaan IFG, Denny S. Adji, menegaskan pentingnya semangat kolaborasi dalam pembangunan.
Artikel Terkait
Diplomasi di Panggung Dunia: Saat Trump Menyebut Nama Prabowo di Hadapan ASEAN
Revolusi Sepak Bola ASEAN: Lahirnya FIFA ASEAN Cup dan Tantangan Baru untuk Kawasan
Drama Kursi Kosong Timnas Indonesia: Nostalgia STY, Eksperimen Kluivert, dan Masa Depan yang Masih Misterius
Sustainable Living: Gaya Hidup Ramah Lingkungan atau Sekadar Gaya Sosial Media?
Beli Mobil Bekas Murah STNK Only, Begini Risikonya
Umrah Mandiri Resmi Dilegalkan, Ini Sederet Pro dan Kontra yang Terjadi
Kembali ke Akar: Ketika Urban Farming Jadi Jalan Hidup Mandiri di Tengah Krisis Ekonomi
Produktif Tanpa Burnout: Seni Menjaga Mental Health di Era Persaingan Kerja
Slow Living di Kedu: Bukan Hanya Melambatkan Langkah, Tapi Juga Menata Ulang Ritme Hidup
Pagi di Wonosobo Selalu Punya Pesonanya Sendiri: Kabut, Roti Bakar, dan Secangkir Kopi