Ia merujuk tulisan Agustinus Edy Kristianto (AEK) empat tahun lalu yang menyebut Whoosh sebagai bom waktu.
Menurut Mahfud, struktur kepemilikan saham sebenarnya menguntungkan Indonesia—60 persen Indonesia dan 40 persen China—tapi jabatan penting justru didominasi orang China.
“Presiden komisaris, direktur keuangan, direktur teknik—semua dipegang pihak China. Mereka sudah ambil untung, tapi Indonesia masih menanggung utang besar,” kata Mahfud.
Baca Juga: BPJS Nggak Naik Dulu Sampai 2026: Pemerintah Suntik Dana, Masyarakat Tarik Napas Lega
24.000 Tenaga Kerja Lokal Dijanjikan, Fakta Berbeda
Mahfud juga membawa data dari thepeoplesmap.net bahwa dalam perjanjian sebelumnya, pihak KCIC wajib menyerap 24.000 tenaga kerja lokal dari total 39.000 pekerja. Namun kenyataannya?
“Mayoritas jabatan level atas justru diisi ekspatriat China. Orang Indonesia sebagian besar hanya ditempatkan sebagai tenaga kasar,” ungkap Mahfud.
China Klaim Whoosh Bawa Manfaat Besar
Pernyataan Mahfud langsung berseberangan dengan pernyataan Pemerintah China.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menyebut proyek Whoosh memberikan dampak positif bagi ekonomi Indonesia.
“Kereta cepat ini sudah melayani lebih dari 11,71 juta penumpang. Lapangan kerja terbuka dan ekonomi wilayah meningkat,” ujar Guo pada 20 Oktober 2025.
Ia juga menegaskan bahwa China siap melanjutkan kerja sama jangka panjang untuk mengembangkan Whoosh agar tetap berjalan dan memberi nilai ekonomi di masa depan.
Restrukturisasi Utang Sampai 40 Tahun
Terkait utang besar KCIC, opsi restrukturisasi dengan tenor hingga 40 tahun kini jadi pembahasan.
Direncanakan, perwakilan Indonesia yang dikoordinasi Danantara akan segera terbang ke China untuk negosiasi ulang skema utang dan bunga.
Artikel Terkait
Drama Kilang Minyak: Dari Sindiran 'Malas' Jadi Chemistry Baru Menkeu dan Bos Pertamina
BPJS Nggak Naik Dulu Sampai 2026: Pemerintah Suntik Dana, Masyarakat Tarik Napas Lega
Pantai VS Pegunungan : Mana yang Paling Cocok untuk Gaya Hidup Slow? Ini Rekomendasi Kota yang Cocok
Jejak Radiasi Misterius di Kampung Sadang: Dari Logam Bekas hingga Skandal Cs-137
Aqua Subang Disemprot KDM: Jalan Rusak, Truk ODOL, Izin Air Tanah Terancam Melayang
Slow Living di Peri-Urban: Hidup Tenang Tanpa Putus Akses ke Kota , Panduan Pindah untuk Pemula
5 Tanda Kota Siap untuk Slow Living, Lengkap dengan Cara Menemukannya di Peta
Prompt Gemini AI yang Lagi Viral di TikTok Oktober 2025, Bikin Foto Auto Estetik
Di Desa Nglanggeran, Siapa Pun yang Datang Merasa Seperti Pulang ke Rumah Sendiri
Bahasa Portugis Masuk Sekolah: Menlu Sugiono Sebut Diplomasi Gaya Baru Prabowo atau Strategi Global Jangka Panjang?