TITIKTEMU.CO - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali melakukan inspeksi mendadak alias sidak yang menarik perhatian publik.
Kali ini, target kunjungannya adalah salah satu pabrik air minum terkenal di Subang—Aqua. Namun sidak ini bukan sekadar formalitas kunjungan dinas biasa.
Dedi secara terang-terangan memberi peringatan keras: izin pengambilan air tanah Aqua bisa dicabut bila perusahaan tidak mengikuti aturan transportasi yang berlaku.
Isu ini mencuat saat Dedi membahas masalah klasik namun tak kunjung selesai: truk over dimension over loading (ODOL) yang melintas di jalur Subang.
Menurutnya, kendaraan dengan kapasitas berlebihan ini bukan hanya membahayakan sopir dan pengguna jalan lain, tetapi juga jadi biang kerok kerusakan jalan yang semakin parah.
Baca Juga: Emas Lagi Galau: Setelah Pecahkan Rekor, Harga Dunia Mendadak Terjun dalam Dua Hari – Ada Apa?
KDM Minta Armada Aqua Gunakan Kendaraan Sumbu 2
Dalam sidaknya, Dedi menegaskan akan memberikan instruksi resmi mengenai jenis kendaraan yang boleh digunakan untuk distribusi produk Aqua.
“Ke depan, kendaraan pengangkut harus pakai sumbu dua. Truk besar bikin masalah baru dan memicu kecemburuan di masyarakat,” tegas Dedi dalam sebuah video di kanal YouTube miliknya pada Sabtu, 24 Oktober 2025.
Ia juga mengkritik truk-truk yang antre di area pabrik dengan muatan berat:
> “Mobil yang antre itu mobil perusahaan Bapak semua. Bobotnya besar-besar. Sudah tiga orang korban tewas karena rem blong,” katanya.
Menurut Dedi, rem blong terjadi karena kendaraan tidak sesuai spesifikasi dan tak lagi layak jalan.
Bukan Milik Pabrik? Tetap Harus Tanggung Jawab
Pihak Aqua mencoba menjelaskan bahwa truk yang beroperasi bukan milik perusahaan, tetapi milik distributor rekanan. Namun Dedi menegaskan, pihak pabrik tak bisa lepas tangan:
Artikel Terkait
Konsol Genggam Asus ROG Xbox Ally dan Ally X Masuk Indonesia, Cek Spesifikasi dan Harga
BRI Peduli Beri Pelatihan Pengolahan Limbah Minyak Jelantah di Bogor, Turut Jaga Ekosistem Lingkungan
Slow Living itu Tidak Sama dengan Bemalas-malasan
Mimpi Slow Living: Benarkah Hidup di Desa Bakal Selalu Nyaman?
Polemik Dana APBD Mengendap di Bank: Purbaya Yudhi Sadewa dan Dedi Mulyadi Saling Klarifikasi
Emas Lagi Galau: Setelah Pecahkan Rekor, Harga Dunia Mendadak Terjun dalam Dua Hari – Ada Apa?
Rp 20 Triliun untuk Reset BPJS Kesehatan: Pemerintah Lunasi Beban Tunggakan Peserta
Raisa Gugat Cerai Hamish Daud, Couple Goals Bakal Berakhir?
Slow Living: Hidup di Desa itu Indah, Tapi Tidak Selalu Mudah
Gelar Apresiasi Desa BRILiaN, Wujud Nyata BRI Komitmen Dukung Asta Cita melalui Pemberdayaan Desa sebagai Sumber Pertumbuhan Ekonomi