Emas Lagi Galau: Setelah Pecahkan Rekor, Harga Dunia Mendadak Terjun dalam Dua Hari – Ada Apa?

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Kamis, 23 Oktober 2025 | 23:08 WIB
Harga emas dunia kembali melemah (Pinterest @trendonomics)
Harga emas dunia kembali melemah (Pinterest @trendonomics)

TITIKTEMU.CO - Harga emas dunia kembali melemah tajam pada perdagangan Rabu (22/10/2025).

Setelah sempat memecahkan rekor hanya dua hari sebelumnya, logam mulia yang selama ini menjadi primadona aset investasi malah terpeleset cukup dalam.

Tekanan terjadi bukan hanya karena aksi ambil untung besar-besaran, tetapi juga karena dinamika ekonomi global yang berubah cepat.

Di tengah sinyal pemulihan hubungan dagang Amerika Serikat (AS) dan China, pelaku pasar mulai bersikap lebih hati-hati.

Baca Juga: Mimpi Slow Living: Benarkah Hidup di Desa Bakal Selalu Nyaman?

Reli Spektakuler Berujung Koreksi Brutal

Emas sempat terbang tinggi dan mencatat rekor paling ekstrem dalam sejarah. Pada awal pekan ini, harga emas dunia menyentuh level tertinggi sepanjang masa di 4.381,21 dolar AS per troy ounce.

Namun euforia itu tidak berlangsung lama. Sehari kemudian, harga emas tiba-tiba tersungkur hingga turun lebih dari 5 persen, penurunan harian terdalam dalam lima tahun terakhir.

Koreksi ini menjadi sinyal bahwa pasar mulai memasuki fase “mual reli”—ketika investor merasa harga sudah terlalu tinggi untuk dikejar.

Menurut laporan Reuters, harga emas spot melemah 1,7 persen ke level 4.054,69 dolar AS per troy ounce pada Rabu malam waktu New York.

Harga ini merupakan titik terendah dalam hampir dua pekan terakhir. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember juga melemah 0,9 persen menjadi 4.072,10 dolar AS per troy ounce.

Tidak hanya emas, logam mulia lainnya ikut terpukul. Harga perak terjatuh sekitar 7 persen, sementara platinum turun 5 persen.

Sentimen negatif menyapu pasar komoditas logam sekaligus menunjukkan bahwa aksi jual terjadi secara besar-besaran.

Investor Panen Cuan, Aksi Profit Taking Menguasai Pasar

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X