Dia menilai, Danantara sudah mendapatkan keuntungan besar dari dividen BUMN hingga mencapai Rp80 triliun, sehingga tidak adil jika beban utang proyek dibebankan lagi ke kas negara.
Menanggapi hal itu, Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan bahwa tidak ada pihak yang meminta dana APBN untuk membayar utang proyek Whoosh. Menurutnya, masalah yang terjadi hanya seputar restrukturisasi utang.
“Whoosh itu tinggal restructuring saja. Siapa yang minta APBN? Tak ada yang pernah minta APBN,” tegas Luhut.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Tegaskan Siap Pangkas Anggaran Makan Bergizi Gratis, Luhut: Serapan Sudah Membaik!
Pendirian Family Office
Selain proyek Whoosh, perbedaan pandangan antara Purbaya dan Luhut juga terlihat dalam wacana pembentukan family office di Indonesia.
Gagasan pembentukan family office ini sebenarnya merupakan inisiatif Luhut saat menjabat Menko Maritim dan Investasi di era Presiden Joko Widodo.
Konsepnya adalah menarik investasi keluarga-keluarga kaya dunia agar menanamkan modal di Indonesia dan mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen.
Namun, Purbaya menegaskan Kemenkeu tidak akan menggunakan dana APBN untuk mendanai proyek tersebut.
“Kalau DEN bisa bangun sendiri, ya bangun saja sendiri. Saya anggarannya (APBN) nggak akan alihkan ke sana,” tegasnya.
Purbaya juga mengaku belum memahami secara rinci konsep family office yang dimaksud Luhut.
“Saya belum terlalu ngerti konsepnya. Walaupun Pak Ketua DEN sering bicara, saya belum pernah lihat seperti apa konsepnya,” ujar Purbaya.
Baca Juga: Drama Serius di Balik Istana: Purbaya Hampir Dihukum Push Up Gara-Gara Telat
Sementara itu, Luhut menilai pernyataan-pernyataan yang beredar justru membuat isu ini tampak seperti konflik pribadi, padahal tujuannya adalah mengembangkan sektor ekonomi non-APBN.
“Family office itu nggak ada urusan dengan APBN. Kita terus ramai, tengkar, ini apa lagi? Saya pikir enggak ada urusannya dengan APBN,” tegas Luhut.
Artikel Terkait
Menkeu Purbaya Sebut Belum Ada Pembahasan Soal Rencana Pembangunan Ulang Ponpes Al Khoziny Gunakan APBN
Purbaya Yudhi Sadewa Ungkap Solusi Pemerintah Atasi Lonjakan Pekerja Informal Lewat Program Magang Berbayar
Investor Serbu Kantor Pajak! Ada Apa di Balik Pertemuan Rahasia Menkeu Purbaya?
Menkeu Purbaya Optimistis Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,67 Persen di Akhir 2025, Bahas Peluang Penurunan PPN Tahun 2026
Ketua Komisi XI DPR Ingatkan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Jaga Gaya Komunikasi dan Fokus pada Kebijakan Ekonomi Nasional
Purbaya Siapkan Langkah Besar Berantas Mafia Penyelundupan, Apa Saja?
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Klaim Ekonomi RI Mulai Pulih, Tapi Pengangguran Muda Masih Tinggi
Rapor Satu Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran: Janji Besar, Realita Berat, dan Rakyat yang Makin Tersisih
Sederet Catatan Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, dari Celios hingga Poltracking Indonesia