Menurutnya, peran APBN dalam pertumbuhan ekonomi nasional hanya sekitar 10–15 persen, sehingga Indonesia harus memperkuat peran sektor swasta dan investasi langsung.
Kompak Dukung Pertumbuhan Ekonomi
Meski sempat berbeda pandangan dalam beberapa isu, baik Purbaya maupun Luhut sama-sama menyatakan komitmennya mendukung program pertumbuhan ekonomi nasional di era pemerintahan Prabowo-Gibran.
Keduanya juga menegaskan tidak ada konflik pribadi yang dapat mengganggu kerja kabinet. Perbedaan pendapat, menurut mereka, merupakan hal yang wajar dalam proses pengambilan keputusan ekonomi berskala besar.
Dengan klarifikasi ini, isu ketegangan antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan bisa diredam.
Fokus utama pemerintah, kata mereka, tetap pada satu tujuan: menjaga stabilitas ekonomi dan memastikan pembangunan berjalan efektif demi kesejahteraan rakyat.***
Artikel Terkait
Menkeu Purbaya Sebut Belum Ada Pembahasan Soal Rencana Pembangunan Ulang Ponpes Al Khoziny Gunakan APBN
Purbaya Yudhi Sadewa Ungkap Solusi Pemerintah Atasi Lonjakan Pekerja Informal Lewat Program Magang Berbayar
Investor Serbu Kantor Pajak! Ada Apa di Balik Pertemuan Rahasia Menkeu Purbaya?
Menkeu Purbaya Optimistis Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,67 Persen di Akhir 2025, Bahas Peluang Penurunan PPN Tahun 2026
Ketua Komisi XI DPR Ingatkan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Jaga Gaya Komunikasi dan Fokus pada Kebijakan Ekonomi Nasional
Purbaya Siapkan Langkah Besar Berantas Mafia Penyelundupan, Apa Saja?
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Klaim Ekonomi RI Mulai Pulih, Tapi Pengangguran Muda Masih Tinggi
Rapor Satu Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran: Janji Besar, Realita Berat, dan Rakyat yang Makin Tersisih
Sederet Catatan Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, dari Celios hingga Poltracking Indonesia