Sampai Kapan Indonesia Akan Terpanggang Cuaca Panas? BMKG: Musim Hujan Segera Datang!

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Senin, 20 Oktober 2025 | 12:20 WIB
Sampai Kapan Indonesia Akan 'Terpanggang' Cuaca Panas? BMKG: Musim Hujan Segera Datang! (Pexels)
Sampai Kapan Indonesia Akan 'Terpanggang' Cuaca Panas? BMKG: Musim Hujan Segera Datang! (Pexels)

 

TITIKTEMU.CO - Cuaca panas ekstrem yang melanda berbagai wilayah di Indonesia dalam beberapa minggu terakhir diprediksi akan segera berakhir.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan kondisi panas diperkirakan akan mereda pada akhir Oktober 2025, seiring datangnya musim hujan dan meningkatnya tutupan awan.

Gelombang panas akhir-akhir ini memang membuat masyarakat di berbagai daerah di Indonesia merasa seseperti terpanggang saking panasnya cuaca.

BMKG melalui akun Instagram @infobmkg, melaporkan suhu maksimum beberapa hari terakhir mencapai 38,2°C di Karanganyar, Jawa Tengah. Sementara di Majalengka 37,6°C, Boven Digoel 37,3°C, dan Surabaya (37°C).

Baca Juga: Indonesia Serasa Panggang Raksasa! BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Ekstrem dan Jam Berbahaya Sinar Matahari 

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa kondisi panas ekstrem ini akan bertahan hingga akhir Oktober.

“Cuaca panas diprediksi mereda pada akhir Oktober hingga awal November 2025, seiring dengan mulai meningkatnya awan dan turunnya hujan di beberapa wilayah Indonesia,” ujarnya.

BMKG menegaskan kondisi panas kali ini bukanlah gelombang panas (heatwave) seperti yang sering terjadi di negara-negara subtropis.

Menurut BMKG, suhu tinggi di beberapa daerah di Indonesia masih tergolong normal karena dipengaruhi oleh fenomena gerak semu matahari dan Monsun Australia.

Baca Juga: Fenomena Cahaya Merah di Langit Cirebon: Meteor Jatuh atau Kebakaran Lahan Tebu? Ini Penjelasan BRIN, BMKG, dan Polisi 

Penyebab Cuaca Panas di Indonesia

Menurut BMKG, penyebab utama meningkatnya suhu udara saat ini adalah posisi gerak semu matahari yang berada di selatan ekuator.

Kondisi tersebut membuat wilayah Indonesia bagian tengah dan selatan, seperti Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, hingga Papua menerima sinar matahari lebih intens.

“Selain itu, penguatan angin timuran atau Monsun Australia membawa massa udara kering dan hangat, sehingga pembentukan awan berkurang dan sinar matahari langsung mencapai permukaan bumi,” jelas Guswanto.Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, menambahkan suhu di atas 35°C kini tercatat merata di hampir seluruh Indonesia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X