Fenomena Cahaya Merah di Langit Cirebon: Meteor Jatuh atau Kebakaran Lahan Tebu? Ini Penjelasan BRIN, BMKG, dan Polisi

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Selasa, 7 Oktober 2025 | 12:44 WIB
Mengintip fenomena cahaya merah yang terekam meluncur di langit Cirebon, pada Minggu, 5 Oktober 2025 malam. (X.com/@lambepaklurah)
Mengintip fenomena cahaya merah yang terekam meluncur di langit Cirebon, pada Minggu, 5 Oktober 2025 malam. (X.com/@lambepaklurah)

TITIKTEMU.CO - Langit di kawasan Cirebon, Jawa Barat, tiba-tiba berubah merah terang hanya dalam hitungan detik pada Minggu malam, 5 Oktober 2025.
Peristiwa itu sontak menghebohkan warga, apalagi disertai suara dentuman keras yang terdengar di sejumlah titik.

Video amatir yang beredar luas di media sosial memperlihatkan cahaya merah melesat cepat membelah langit, menimbulkan spekulasi liar di masyarakat. Sebagian warga menyebutnya meteor jatuh, sementara lainnya mengaku melihat bola api meluncur dari arah timur.

Namun, hingga kini penyebab pasti fenomena tersebut masih simpang siur. Pasalnya, BRIN, BMKG, dan Polda Jawa Barat justru mengeluarkan pernyataan berbeda soal sumber cahaya misterius itu.

Baca Juga: KPK Ungkap Dugaan Jual Beli Kuota Haji 2024, Travel Ilegal Kembalikan Uang Hampir Rp100 Miliar

BRIN: Diduga Meteor Besar Melintas di Langit Cirebon

Peneliti Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, mengungkapkan bahwa cahaya merah itu sangat mungkin merupakan meteor besar yang melintas di atmosfer rendah.

Dalam unggahannya di Instagram @t_djamal, Thomas menjelaskan, benda langit itu meluncur dari arah barat daya dan terlihat di wilayah Kuningan hingga Cirebon sekitar pukul 18.35–18.39 WIB.

“Saya menyimpulkan itu adalah meteor cukup besar yang melintas dan menimbulkan gelombang kejut hingga terdengar dentuman,” tulisnya.

Ia menambahkan, berdasarkan analisis data dan rekaman CCTV, meteor itu kemungkinan jatuh di perairan Laut Jawa setelah menembus atmosfer bumi.

Baca Juga: Franka Franklin Tegar Dampingi Nadiem Makarim di Sidang Praperadilan Kasus Chromebook: “Kami Percaya pada Integritas Mas Nadiem”

BMKG: Tidak Ada Cuaca Ekstrem, Langit Cirebon Justru Cerah

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kertajati menyatakan bahwa kondisi cuaca di Cirebon pada waktu kejadian justru cerah berawan tanpa tanda-tanda badai petir.

Kepala Tim Kerja Prakiraan, Data, dan Informasi BMKG Kertajati, Muhammad Syifaul Fuad, mengatakan bahwa pihaknya masih mengumpulkan data lanjutan.

Menurutnya, dentuman keras bisa muncul karena banyak hal — tidak selalu karena meteor, melainkan juga akibat aktivitas di darat atau sambaran petir.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X