Mentan Amran Sulaiman Klarifikasi Beras Rusak: Hanya 0,07 Persen dari 4,2 Juta Ton, Fokuslah pada Keberhasilan Produksi

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Sabtu, 11 Oktober 2025 | 10:19 WIB
Mentan Andi Amran tanggapi laporan Bapanas soal beras turun mutu atau rusak. (Instagram/a.amran_sulaiman)
Mentan Andi Amran tanggapi laporan Bapanas soal beras turun mutu atau rusak. (Instagram/a.amran_sulaiman)

Mentan Amran juga memastikan bahwa beras yang dinyatakan tidak layak konsumsi tidak akan terbuang percuma.
Menurutnya, sebagian beras akan diolah kembali (reprocessing), sedangkan yang benar-benar rusak akan digunakan sebagai pakan ternak.

“Kita cek dulu. Kalau masih bisa diolah, kita cuci dan bersihkan ulang. Kalau tidak layak konsumsi, baru kita jadikan pakan ternak. Ini langkah efisien,” jelas Amran.

Kebijakan ini sejalan dengan pernyataan Direktur Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, yang menyebut bahwa reprocessing dilakukan dengan uji laboratorium ulang untuk memastikan keamanan pangan.
“Kalau hasil lab layak konsumsi, akan disalurkan ke masyarakat. Jika tidak, akan dimanfaatkan sebagai bahan pakan,” kata Rizal pada 2 Oktober 2025.

Baca Juga: Firnando Ganinduto: Reklamasi Tambang BUMN Harus Nyata, Bukan Sekadar Laporan di Atas Kertas

Produksi Naik, Indonesia Optimistis Capai Swasembada Beras 2025

Dalam kesempatan yang sama, Amran menyampaikan bahwa produksi beras nasional tahun ini mencapai 33,1 juta ton, dan diperkirakan menembus 34 juta ton hingga akhir tahun 2025.
“Kalau tidak ada gangguan iklim ekstrem, kita akan mencapai swasembada beras di akhir tahun 2025 tanpa perlu impor,” tegasnya.

Amran mengingatkan bahwa target swasembada ini sebenarnya dicanangkan untuk empat tahun oleh Presiden Prabowo, namun pihaknya yakin bisa mencapainya lebih cepat.
“Target swasembada 4 tahun bisa kita capai hanya dalam satu tahun,” ujarnya dengan optimistis.

Ketersediaan Stok Aman dan Penyerapan Stabil

Hingga saat ini, menurut data Kementerian Pertanian, stok beras cadangan pemerintah mencapai 3,7 hingga 3,8 juta ton, dengan penyerapan lebih dari 3 juta ton. Artinya, persediaan beras nasional dipastikan aman setidaknya hingga enam bulan ke depan.

“Beras kita masih aman untuk enam bulan ke depan. Jadi tidak perlu khawatir. Fokus kita sekarang adalah menjaga kualitas dan memperluas kapasitas penyimpanan,” pungkas Amran.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X