Anies Baswedan Soroti Lonjakan PHK di Indonesia: Ribuan Pekerja Jatuh ke Sektor Informal, Negara Harus Hadir

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Sabtu, 11 Oktober 2025 | 10:13 WIB
Anies Baswedan soroti fenomena PHK massal yang berimbas pada ramainya pekerjaan di sektor informal. (Instagram/aniesbaswedan)
Anies Baswedan soroti fenomena PHK massal yang berimbas pada ramainya pekerjaan di sektor informal. (Instagram/aniesbaswedan)

TITIKTEMU.CO - Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyoroti meningkatnya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia yang terus bertambah dari tahun ke tahun.

Melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya, Anies menyebut bahwa angka PHK kini mencapai level mengkhawatirkan dan berdampak luas pada kesejahteraan masyarakat.

“Pada tahun 2023 ada 64 ribu kasus, 2024 melonjak jadi 77 ribu kasus, dan baru setengah tahun 2025 ini sudah lebih dari 42 ribu orang kehilangan pekerjaan,” ungkap Anies, Jumat (10/10/2025).

Menurutnya, di balik angka tersebut ada cerita manusia yang kehilangan kepastian hidup.
“Di balik angka-angka ini, ada ayah yang begadang memikirkan tagihan listrik, ibu yang tak bisa beli susu, dan anak muda yang mimpinya kandas,” imbuhnya.

Baca Juga: Purbaya Yudhi Sadewa Ungkap Solusi Pemerintah Atasi Lonjakan Pekerja Informal Lewat Program Magang Berbayar

PHK Dorong Pekerja Masuk ke Sektor Informal

Anies menjelaskan bahwa sebagian besar korban PHK tidak berhasil mendapatkan pekerjaan formal baru. Sebaliknya, banyak yang akhirnya beralih ke sektor informal demi bertahan hidup.
“Yang menyedihkan, banyak yang akhirnya berdagang kecil-kecilan, jualan online seadanya, jadi ojek online, atau pekerja serabutan,” ujarnya.

Meski sektor informal masih bisa memberikan penghasilan, Anies menilai ketidakpastian hidup menjadi beban besar.
“Tidak ada BPJS, tidak ada THR, apalagi pensiun. Jadi wajar kalau banyak yang merasa, ‘Kerjaan sih ada, tapi hidup tetap susah,’” tambahnya.

Menurut Anies, pekerjaan informal hanya menjadi penunda kekhawatiran, bukan solusi jangka panjang bagi ketenagakerjaan nasional.

Baca Juga: Firnando Ganinduto: Reklamasi Tambang BUMN Harus Nyata, Bukan Sekadar Laporan di Atas Kertas

Efek Domino PHK Terhadap Perekonomian Nasional

Anies menegaskan, PHK massal bukan sekadar masalah tenaga kerja, tetapi juga berdampak langsung terhadap perekonomian.
“Ketika ribuan orang kehilangan penghasilan tetap, daya beli masyarakat turun. Akibatnya, pasar sepi dan pedagang kecil ikut terpukul,” paparnya.

Menurutnya, fenomena ini menciptakan efek domino ekonomi, di mana sektor konsumsi — yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi nasional — ikut melambat.

Anies: Negara Harus Hadir, Buka Lapangan Kerja yang Layak

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X