Dikritik Ahli Gizi, BGN: Spageti dan Burger Permintaan Siswa yang Bosan dengan Nasi

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Sabtu, 27 September 2025 | 13:23 WIB
Dikritik Ahli Gizi, BGN: Spageti dan Burger Permintaan Siswa yang Bosan dengan Nasi. (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)
Dikritik Ahli Gizi, BGN: Spageti dan Burger Permintaan Siswa yang Bosan dengan Nasi. (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

Baca Juga: Kasus Keracunan Program MBG Terus Berulang, Muncul Desakan Evaluasi Total Hingga Moratorium

Pengaruh Media Sosial

Nanik juga menyebut bahwa siswa di daerah terluar banyak yang mengenal spageti dan burger dari media sosial maupun televisi.

Ketika mereka penasaran dan ingin mencoba, SPPG memberi kesempatan dengan menyajikan menu tersebut. Namun, ia menekankan bahwa kebijakan ini bukan berarti MBG mengabaikan makanan lokal.

“Mungkin mereka lihat di YouTube atau TV, lalu ingin coba makan. Jadi satu minggu sekali boleh request. Itu tidak diberikan setiap hari,” jelas Nanik.

Peran Kreativitas SPPG

Menurut BGN, kreativitas menjadi kunci dalam menjaga semangat siswa mengonsumsi makanan bergizi. Nanik menilai, jika hanya memberikan nasi dengan lauk yang sama setiap hari, anak-anak bisa merasa jenuh.

Dengan adanya variasi, termasuk menu modern seperti spageti dan burger, siswa tetap bersemangat menyantap makanan yang disediakan.

Meski demikian, BGN menegaskan bahwa menu lokal tetap menjadi prioritas. Spageti dan burger hanya menjadi opsi tambahan, bukan pengganti makanan pokok berbasis pangan lokal.

Baca Juga: Menu Kearifan Lokal di Program MBG: dari Ikan Hiu Penyebab Keracunan hingga Kontroversi Usulan Serangga

Pentingnya Keseimbangan Gizi

Kritik dari ahli gizi berangkat dari kekhawatiran akan hilangnya peran pangan lokal. Indonesia memiliki kekayaan bahan makanan seperti jagung, sagu, ubi, hingga berbagai jenis ikan dan sayuran khas daerah.

Jika menu MBG lebih sering menampilkan makanan impor, dikhawatirkan anak-anak tidak terbiasa lagi dengan makanan asli Nusantara.

Namun, dari sisi BGN, tujuan utama program ini adalah memastikan siswa tetap mendapat asupan gizi seimbang. Dengan porsi nasi, sayur, lauk berprotein, serta buah, MBG berupaya menjaga kesehatan anak-anak sekolah.

Penambahan spageti atau burger sekali seminggu dianggap tidak mengganggu komposisi gizi yang direncanakan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X