TITIKTEMU.CO - Program Makanan Bergizi (MBG) kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, perdebatan muncul terkait menu spageti dan burger yang dianggap tidak sesuai dengan konsep makanan lokal.
Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa menu tersebut bukan konsumsi harian siswa, melainkan permintaan khusus karena anak-anak tidak bosan dengan nasi sebagai sumber utama karbohidrat.
Isu ini mencuat setelah ahli gizi Tan Shot Yen menyampaikan kritik terkait pemilihan menu MBG. Menurutnya, spageti dan burger bukan makanan lokal yang mencerminkan kekayaan pangan Indonesia.
Tan menyampaikan kekhawatirannya bahwa kebijakan tersebut justru menjauhkan anak-anak dari pangan tradisional daerah, padahal potensi bahan makanan lokal sangat berlimpah.
Dia menyarankan agar 80 persen menu MBG diisi dengan makanan berbasis kearifan lokal. Contohnya, ikan kuah asam yang populer di Papua, atau kapurung, makanan khas Sulawesi berbahan dasar sagu.
Dengan begitu, anak-anak dapat mengenal dan mencintai makanan dari daerah masing-masing. Bukan malah mengenalkan dengan makanan dari luar.
Jawaban BGN
Menanggapi kritik tersebut, Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang, menegaskan bahwa spageti dan burger bukan menu wajib yang setiap hari diberikan kepada siswa.
Menurut dia, menu tersebut hanya muncul sebagai bentuk variasi dan kreativitas dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sejumlah daerah.
“Mohon maaf, ada yang mengkritik, ‘Masa ada spageti? Masa ada burger diberikan, apa gizinya?’ Jadi itu tidak selalu. Anak-anak punya kreativitas agar tidak bosan nasi,” jelas Nanik dilansir dari Antara, Sabtu, 27 September 2025.
Nanik menambahkan siswa diberikan kesempatan untuk meminta menu tertentu sekali dalam seminggu. Dari sinilah muncul permintaan spageti dan burger.
Kedua menu itu dianggap sebagai cara untuk mencegah kejenuhan anak terhadap nasi, tanpa menghilangkan esensi gizi seimbang yang menjadi tujuan utama program MBG.
Artikel Terkait
Dapat Akses Modal BRI, UMKM Penyuplai MBG Ini Mampu Tingkatkan Kapasitas Dapur dan Berdayakan Masyarakat Sekitar
BRI Salurkan Pembiayaan Kepada Koperasi Penyuplai Bahan Pangan MBG di Riau
Pemasok Program MBG di Kabupaten OKI Sukses Tingkatkan Skala Usaha dan Buka Lapangan Kerja Berkat KUR BRI
Jadi Pemasok Program MBG, Supplier Ikan Ini Berhasil Kembangkan Usaha Berkat Pinjaman BRI
Organisasi Pelajar NU Soroti Food Tray MBG, Tekankan Keamanan dan Kehalalan
Isu Food Tray MBG Mengandung Minyak Babi? Istana: Kalau Ragu, Yuk Kita Uji!
Isu Food Tray MBG Diduga Mengandung Minyak Babi, BGN Pastikan Lakukan Pengecekan dengan BPOM