Mimpi Internet 100 Mbps Murah, Bisakah Lelang Frekuensi 1,4 GHz Jadi Solusi atau Hanya Angan?

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Rabu, 27 Agustus 2025 | 21:45 WIB
Ilustrasi Internet 100 Mbps Murah (Pinterest @dreamstime stock foto)
Ilustrasi Internet 100 Mbps Murah (Pinterest @dreamstime stock foto)

TITIKTEMU.CO - Lelang frekuensi 1,4 GHz tengah jadi sorotan publik. Frekuensi ini digadang-gadang bisa menghadirkan internet super cepat hingga 100 Mbps dengan harga terjangkau.

Namun, hingga kini, harga dasar lelang masih belum diumumkan ke publik.

Berdasarkan kabar yang beredar, nilai total lelang bisa mencapai Rp400 miliar, dengan tarif Rp230 miliar khusus untuk wilayah Jawa.

Baca Juga: Polemik Pajak DPR: Dibayar Negara, Masuk Kas Negara—Bebas Pajak atau Hanya Salah Paham?

APJII Ragukan Bisa Wujudkan Internet Murah

Ketua Umum APJII, Muhammad Arif, menyuarakan kegelisahannya. Menurutnya, biaya lelang yang terlalu tinggi justru kontradiktif dengan tujuan awal lelang: menghadirkan internet cepat yang bisa dijangkau semua kalangan.

> “Kalau biaya frekuensinya sudah tinggi dari awal, bagaimana mungkin operator bisa menjual internet dengan harga murah ke masyarakat?” ujar Arif di sela acara Digital Transformation Summit 2025 di Jakarta.

Selain itu, Arif menekankan bahwa ekosistem frekuensi 1,4 GHz masih sangat baru.

Artinya, operator pemenang lelang masih harus membangun infrastruktur tambahan yang tentu saja memerlukan biaya besar.

Baca Juga: Zulhas Ungkap Teguran Prabowo Soal Sampah, Apa Isinya?

Tingginya Biaya Frekuensi Jadi Beban Berat Provider

Saat ini, para penyedia layanan internet (provider) juga sedang meminta agar biaya BHP frekuensi bisa diturunkan.

Pasalnya, tarif yang berlaku di Indonesia dinilai jauh lebih mahal dibandingkan negara lain.

> “Kalau biaya regulasi masih setinggi ini, jangan berharap harga internet bisa ditekan. Seharusnya kalau benar ingin affordable, regulasi juga perlu menyesuaikan,” tegas Arif.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Sumber: digitransformationsummit.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X