Momen unik di ruang sidang MK ini menunjukkan bahwa seni dan hukum bisa bertemu di titik perjuangan yang sama: keadilan.
Aksi Lesti Kejora dan Sammy Simorangkir bukan sekadar hiburan, tetapi simbol perlawanan atas ketidakadilan yang masih terjadi di dunia musik Indonesia.
Para musisi berharap, Mahkamah Konstitusi bisa mempertimbangkan kesaksian mereka sebagai suara dari ribuan pencipta lagu lain yang belum terdengar.
Dengan perubahan regulasi yang lebih berpihak, industri musik Indonesia bisa berkembang lebih sehat, adil, dan berkelanjutan.***
Artikel Terkait
Direktur Mie Gacoan Bali Jadi Tersangka DIduga Kasus Pelanggaran Hak Cipta Musik, Cek Kronologi dan Faktanya
Ajukan sekarang! Tabel Angsuran KUR BRI Terbaru Juli 2025, Pinjaman Rp1–Rp100 Juta dengan Tenor 1–5 Tahun
Cek Penerima Program Indonesia Pintar (PIP) SD SMP SMA/SMK 2025, Mudah dan Praktis
Kapan Jadwal Dapodik 2026 Dirilis? Cek Perkiraan Tanggal Rilis dan Cara Instalasi Aplikasi Data Pokok Pendidikan Kemendikbudristek
7 Tempat Wisata di Lembang yang Cocok untuk Liburan Singkat Bersama Keluarga, Tempat Indah dan Instagramable
Rekomendasi Wisata Akhir Pekan di Trenggalek: Ini 5 Destinasi Seru Tanpa Perlu Ambil Cuti
BRI Optimistis KDMP Yang Diluncurkan Presiden Prabowo Mampu Menjadi Tonggak Ekonomi Kerakyatan
10 LINK TWIBBON Hari Anak Nasional ke-41 Hari Ini 23 Juli 2025, Cocok untuk Unggahan Media Sosial dan Profil WA, IG, FB hingga Akun X
Cara Mengunggah Pakta Integritas dan Perangkat Pembelajaran UKIN PPG 2025 dengan Benar
Nama Direktur Mie Gacoan Bali Siapa? Tersandung Kasus Pelanggaran Hak Cipta