TITIKTEMU.CO SLEMAN - Ada dua daerah sentra gudeg di Yogyakarta yang terkenal yaitu Barek dan Wijilan. Walaupun Wijilan terkenal dengan gudeg, namun menurut Kus Indarti warga dukuh Kocoran, Caturtunggal, penjual gudeg Wijilan sebenarnya berasal dari Barek.
“Mereka adalah penduduk Barek yang berjualan di seputar wijilan karena disana banyak turis terutama turis mancanegara” jelas Kus, yang dikenal juga sebagai ibu dukuh setempat. Pendapat senada juga diungkapkan Almarhum Bondan Winarno, yang kala itu menjadi host wisata kuliner Trans TV, yang menyatakan bahwa barek merupakan asal masakan gudeg.
Baca Juga: Kumpulan Twibbon Selamat Tahun Baru 2022, Keren Banget Pokoknya!
Baca Juga: Biar Nggak Salah Pesan, Kenali 7 Menu Kopi yang Biasa Ada di Coffee Shop Ini
Kawasan Barek merupakan salah satu padukuhan di Desa Condong Catur, tepatnya di sebelah utara Gedung Pusat UGM. Nama asli kawasan Barek tersebut adalah Dusun Kocoran termasuk dalam wilayah Desa Catur Tunggal.
Di dusun ini yang paling banyak usaha gudegnya adalah di RW 2 Karangasem. Sejak sebelum kemerdekaan, sudah ada warga barek yang sudah berjualan gudeg. Aktivitas berjualan gudeg ini, semakin banyak digeluti warga Barej, setelah diresmikannya Gedung Pusat UGM di tahun 1950-an.
Baca Juga: Dear Milenial, Ini Beda antara Espresso, Americano, dan Long Black
Dengan diresmikannya Gedung Pusat UGM, banyak masyarakat dari luar Jogja yang bersekolah di UGM bertempat tinggal atau indekos di sekitar wilayag Barek.
Tidak hanya mahasiswa, banyak juga pelajar sekolah-sekolah menegah baik SMP maupun SMA di Jogjakarta yang indekos di sekitar Barek. Untuk memenuhi kebutuhan makanan siap saji, maka banyak warga Barek yang berjualan Gudeg.
Kini semakin ramai dan terkenal rumah yang menjadi rumah makan yang representative. Nama-nama gudeg yang ada dan menjadi trade mark gudeg Jogja di Kampung Mbarek adalah Gudeg Yu Djum, Gudeg Yu Narni dan Bu Hj. Ahmad.
Baca Juga: Ini Dia 7 Coworking Space di Jogja yang Asyik Buat Kerja dan Nugas
Selain 3 penjual gudeg tersebut masih terdapat belasan penjual gudeg lainnya yang sebagian berjualan gudeg di wilayah Barek dan sebagian lainnya memilih berjualan di luar wilayah Barek seperti di daerah Beji, Jetis dan di belakang Pasar Kranggan.
Gudeg bagi sebagain warga Yogyakarta yang lahir sebelum era kemerdekaan, seperti Mbah Partono (73 tahun), warga Desa Sendowo Kecamatan Mlati merupakan jenis sayur yang dikenalnya sejak kecil.
Gudeg merupakan makanan tradisional masyarakat. Buah Gori atau nangka muda adalah bahan baku utama gudeg yang lebih umum dikenal. Sebab di masa lalu, bahan baku ini sangat mudah diperoleh di kebun-kebun milik masyarakat Yogyakarta.
Artikel Terkait
7 Tempat Ngopi Paling Ngehits di Boyolali. Pilih menu atau view-nya, semuanya ada
Jadah Tempe Jajanan Khas Sleman, Kegemaran Sri Sultan!
Menikmati Masakan Olahan Kambing Diiringi Live Music, Nikmat Apalagi Yang Kamu Dustakan...
Kalasan, Sentra Ayam Goreng dari Masa ke Masa!
7 Fakta Tentang Thengkleng Solo yang Sempat Viral Gara-gara Keluhan Netizen
7 Tempat Makan di Jogja dengan View Sawah, Aduhai Banget!
Getuk Goreng Sokaraja, Oleh-oleh Khas Banyumas. Ini Bahan dan Resep Pembuatannya
Ayam Panggang Mbah Dinem Klaten, Diolah Tanpa Minyak & Santan: Langganan Tjahjo Kumolo & Ganjar Pranowo!