kuliner

Jenang Gempol Khas Desa Traji Parakan Temanggung

Kamis, 7 April 2022 | 05:06 WIB
Jenang Gempol jajanan khas yang bisa didapatkan di Desa Traji Kecamatan Parakan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. (pic. pemprov jateng)

Baca Juga: Kuliner Sego Pedes Tempe Semangit Khas Wedarijaksa Pati

“Bisa dimakan langsung setelah dicampur dan dibungkus daun pisang. Atau lebih enak pakai santan kelapa,” beber Mbah Jumput.

Mbah Walmin menambahkan, di hari biasa ia bisa memproduksi 120 bungkus untuk dijual di sejumlah pasar tradisional di Temanggung.

“Kalau ada pesanan bisa mencapai 1.500 bungkus lebih. Wah, kewalahan kalau ada pesanan banyak, soalnya hanya berdua atau paling dibantu anak-anak,” imbuhnya.

Baca Juga: Wisata Bukit Seribu Besek Purworejo, Melihat Waduk Bener dari Ketinggian

Bukan hanya itu, Desa Wisata “Trah Aji” juga terkenal dengan keindahan alam yang ijo royo-royo. Terdapat sejumlah sendang, di antaranya Sendang Sidhukun satu dan dua, Sendang Lanangan, dan Sendang Wedokan.

Yang  tak boleh dilewatkan, pengunjung mesti menikmati kuliner di pasar jajan tradisional yang diselenggatakan tiap Minggu Legi dan Pahing, di Sendang Sidhukun dua.

Wisatawan bisa outbound, sekaligus belajar membuat wayang welat, sebuah kreasi wayang dari bahan bambu limbah kerajinan keranjang tembakau.

Baca Juga: Desa Ponggok, Dulu Miskin Kini Berpendapatan Belasan Milyar Rupiah. Ini Asal Penghasilannya

“Paket wisata juga ada untuk seni budaya Desa Traji, seperti tari dan wayang welat. Paket lain ada edukasi pertanian,” terang Sekretaris Desa (Carik) Traji, Karyanto.

Kreasi Wayang Welat, wayang dari bilah bambu yang biasa dibuat warga Desa Traji Kecamatan Parakan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. (pic. pemprov jateng)

Menurutnya, sebagai daya tarik andalan, Desa Traji juga menggelar acara tradisi tahunan seperti Nyadran dan Suran Traji. Tak berlebihan, jika Suran Traji yang digelar pada malam sura dilakukan secara khusyuk dan sakral.

Karyanto menceritakan, tradisi Suran Traji merupakan wujud rasa syukur warga atas segala limpahan Rahmat dan air yang mencukupi kehidupan di desanya.

Baca Juga: Menikmati Bubur Suro Khas Ramadhan Peninggalan Sunan Bonang di Tuban

“Acara dimulai dari kirab. Di sini Pak Lurah bersama istri didandani bak pengantin, dikirab dari balai desa menuju Sendang Sidhukun satu. Di belakangnya rombongan yang membawa gunungan hasil bumi, kepala kambing yang sudah dimasak, ingkung ayam dan makanan lainnya,” paparnya.

Halaman:

Tags

Terkini

Nastar, Kue Warisan Belanda yang Jadi Ikon Lebaran

Sabtu, 21 Maret 2026 | 07:05 WIB