TITIKTEMU.CO, KLATEN - Desa Ponggok, Kec Polanharjo, Kab Klaten, Jawa Tengah, yang dulu dikenal sebagai desa miskin, sekarang telah memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tirta Mandiri dengan omzet mencapai Rp12 Miliar.
Sebelumnya Desa Ponggok hanya mempunyai pendapatan sebesar Rp80 juta per tahun, kini naik 48 kali lipat menjadi Rp3,9 miliar per tahun dan pendapatan BUMDesnya kini per tahunnya mencapai Rp14 miliar.
Keberhasilan desa tersebut membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara langsung memujinya. Melalui sebuah unggahan foto Instagram.
Baca Juga: Menyambangi Gligir Pasang, Perkampungan Tertinggi di Kabupaten Klaten
Dalam caption @jokowi menulis, “Sejak tahun 2015, dengan memanfaatkan Dana Desa, pemerintah Desa Ponggok membangun infrastruktur penunjang pariwisata itu: jalan desa, sanitasi, drainase, MCK, sampai area parkir.”
"Hasilnya? Desa Ponggok berubah menjadi sebuah desa yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Dari pariwisata, Desa Ponggok kini bisa mendapatkan penghasilan sampai Rp14 miliar setahun,”
Desa ini layak dijadikan percontohan bagi desa lain, berkat kecerdikannya dalam memanfaatkan potensi, Desa Ponggok mampu bertransformasi dari desa yang berpenghasilan rendah menjadi desa yang berpenghasilan sangat tinggi.
Baca Juga: Angkringan Widoro Klaten: Awalnya Lahan Mangkrak, Sekarang Jadi Tempat Kuliner Kekinian
Hal ini tak lepas dari Kepala Desa yang Visioner yakni Junaedhi Mulyono yang meminta bantuan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Gajah Mada (UGM) untuk mengembangkan Desa Ponggok.
Menjadikan BUMDes Tirta Mandiri berhasil bukanlah pekerjaan yang mudah, butuh komitmen besar untuk menjalankannya. Maka tidak heran jika banyak desa yang kebingungan dalam mengelola BUMDes.
Dalam hal ini Mulyono meminta kerjasama dari LPPM UGM untuk mengirimkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik di desanya.
Baca Juga: Dolan ke Purworejo? Sempatkan Berkunjung ke 7 Obyek Wisata ini
Tim LPPM UGM akhirnya mengirimkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke Desa Ponggok tersebut selama 3 tahun berturut-turut.
KKN pertama fokus pada penelitian permasalahan desa seperti kemiskinan, pengangguran, dan sebagainya. Selanjutnya KKN ke dua fokus pada potensi desa, kemudian KKN ke tiga fokus pada pemberdayaan ekonomi.
Artikel Terkait
Sah! Indonesia Membeli 42 Pesawat Jet Rafale Dassault. Begini Profil dan Spesifikasi Jet Rafale
INFO LOKER : Lowongan Pekerjaan di BCA untuk Fresh Graduate, Semua Jurusan, Seluruh Indonesia
POSTINGAN MAS MAR… Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior/Penulis Buku
Karantina untuk Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) Segera Ditiadakan. Begini Syarat dan Ketentuannya
Peringkat Dua Penyebaran Covid-19 di Jawa Tengah, Solo Terapkan Hybrid Learning PTM dan PJJ
Tips Menghemat Keuangan Jelang Akhir Bulan
Komodo 4x4 Missile Launcher Dilengkapi Rudal Mistral Atlas. Ini Spesifikasi dan Kecanggihannya