Jenang Gempol Khas Desa Traji Parakan Temanggung

photo author
Agus Hermanto, TitikTemu.co
- Kamis, 7 April 2022 | 05:06 WIB
 Jenang Gempol jajanan khas yang bisa didapatkan di Desa Traji Kecamatan Parakan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.  (pic. pemprov jateng)
Jenang Gempol jajanan khas yang bisa didapatkan di Desa Traji Kecamatan Parakan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. (pic. pemprov jateng)

TITIKTEMU.CO TEMANGGUNG – Mengunjungi  Desa Traji Kecamatan Parakan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah sekilas terlihat biasa.

Tetapi jika diamati seksama desa ini sebenanya menyimpan keindahan alam hingga keunikan kuliner tradisionalnya, sehingga pantas bila disebut sebagai salah satu desa wisata.

Baca Juga: Resep Nusantara: Empal Gentong Kuliner Khas Cirebon, Kuah Melimpah, Menambah Gairah untuk Nambah

Baca Juga: Pemerintah Tetapkan Cuti Lebaran 29 April dan 4-6 Mei 2022, Ini Pernyataan Lengkap Presiden Jokowi

Di desa yang berjarak 17 kilometer dari pusat Kota Temanggung ini, yang wajib dinikmati adalah jenang gempol.

Jajanan ini tidak mudah didapat di daerah lain, sebab kuliner berbahan tepung beras ini hanya dibuat oleh satu keluarga di desa itu.

Baca Juga: Cari Kerja? Kuliah di Poltekpar Dulu, Lulusannya Terserap Industri dan Mampu Ciptakan Lapangan Kerja

Hingga saat ini, pembuatan jenang gempol masih terjaga dan turun temurun. Tak berlebihan jika ada sensasi yang berbeda saat menyantap kuliner ini.

Pasangan suami-istri Mbah Walmin (70) dan Mbah Jumput (68), yang saat ini masih memproduksi jajanan ini. Kemampuannya itu diturunkan ke anak-cucunya.

“Iya, jenang gempol hanya dibuat di keluarga ini. Tidak ada yang lain. Saya juga diajari orang tua dulu, dan sekarang saya tularkan ke anak dan cucu,” ujar Mbah Jumput saat ditemui di kediamannya Desa Traji RT 8 RW 4 Temanggung, seperti dikutip TITIKTEMU.CO dari laman Pemprov Jateng.

Baca Juga: Lewat film Fritzchen Joko Anwar Debut Sutradara Hollywood

Jenang gempol, jelas Mbah Jumput, terbuat dari tepung beras. Caranya, beras digiling halus, lalu dikukus dan diaduk kemudian dibuat gempol membulat besar. Selanjutnya dibentuk menjadi bulat kecil-kecil.

“Nah, itu kemudian buat jenangnya pakai tepung beras diberi gula merah. Jenang yang sudah jadi diberi gempol dan dibungkus dengan daun pisang,” tuturnya.

Ditambahkan, jenang gempol bisa disantap langsung, atau lebih nikmat dicampur dengan santan kelapa. Kekhasan rasa sajian itu akan membuat orang terus kangen.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Agus Hermanto

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Nastar, Kue Warisan Belanda yang Jadi Ikon Lebaran

Sabtu, 21 Maret 2026 | 07:05 WIB
X