kuliner

Hikayat Semangkuk Mie Ayam Wonogiri, Jejak Kaum Boro dan Resep dari Orang-orang Tionghoa

Minggu, 29 Maret 2026 | 11:05 WIB
Hikayat Semangkuk Mie Ayam Wonogiri, Jejak Kaum Boro dan Resep dari Orang-orang Tionghoa. (Pixabay)

TITIKTEMU.CO – Wonogiri kerap dijuluki sebagai kota mie ayam, selain kota gaplek yang sudah lebih dulu melekat, oleh banyak orang, terutama di luar daerah.

Julukan ini muncul karena banyaknya perantau asal Wonogiri yang membuka usaha mie ayam di berbagai kota di Indonesia. Namun, anggapan bahwa mie ayam berasal dari Wonogiri sebenarnya tidak sepenuhnya tepat.

Di balik popularitas mie ayam Wonogiri, tersimpan sejarah panjang yang melibatkan migrasi, budaya, dan proses adaptasi kuliner lintas etnis.

Baca Juga: Jangan Keliru! Ini Ciri Khas Sego Berkat Wonogiri yang Autentik 

Sejarah Mie Ayam

Secara historis, mie bukanlah makanan asli Nusantara. Hidangan berbahan dasar tepung gandum ini berasal dari Tiongkok, khususnya wilayah selatan seperti Fujian dan Guangdong.

Tradisi makan mie di negeri tersebut sudah ada sejak ribuan tahun lalu. Mie kemudian masuk ke Indonesia melalui jalur perdagangan lewat pedagang Tionghoa sejak abad ke-5 Masehi.

Namun, di masa-masa awal kedatangannya, mie tidak otomatis menjadi makanan populer di kalangan masyarakat lokal.

Baca Juga: Menikmati Slow Living di Wonogiri: Hidup Tenang di Kota yang Kerap Dipandang Sebelah Mata 

Dalam catatan kuliner Jawa klasik seperti Serat Centhini (1814), makanan berbasis mie hampir tidak ditemukan. Menu masyarakat Jawa, termasuk di Wonogiri, didominasi nasi, opor, gudeg, dan sambal.

Hal ini menunjukkan bahwa budaya makan mie belum menjadi bagian dari keseharian masyarakat saat itu.

Perkembangan mie mulai terlihat pada masa kolonial, terutama di wilayah Solo yang menjadi pusat aktivitas ekonomi dan budaya. Terutama di kawasan Pecinan seperti Pasar Gede.

Dari sinilah masyarakat lokal mulai mengenal mie secara lebih luas. Interaksi ini menjadi titik awal pertemuan budaya kuliner antara masyarakat Jawa dan Tionghoa.

Baca Juga: Nggak Bakal Nyesel, Ini 7 Bakpia Jogja Paling Cocok untuk Lidah Wisatawan

Halaman:

Tags

Terkini

Nastar, Kue Warisan Belanda yang Jadi Ikon Lebaran

Sabtu, 21 Maret 2026 | 07:05 WIB