Salatiga, Kota 'Selow' yang Cocok untuk Slow Living, Ini Alasannya

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Selasa, 21 Oktober 2025 | 13:15 WIB
Salatiga, Kota 'Selow' yang Cocok untuk Slow Living, Ini Alasannya.  (Unplash)
Salatiga, Kota 'Selow' yang Cocok untuk Slow Living, Ini Alasannya. (Unplash)

TITIKTEMU.O - Di tengah hiruk-pikuk kehidupan kota besar yang serba cepat dan menekan, gaya hidup slow living kini menjadi impian banyak orang.

Gaya hidup slow living menekankan keseimbangan, ketenangan, dan kesadaran dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Prinsipnya sederhana: hidup tidak perlu tergesa-gesa.

Alih-alih mengejar produktivitas tanpa henti, slow living justru mengajak kita untuk menikmati setiap momen kecil setiap kehidupan dengan sepenuh hati.

Baca Juga: Slow Living vs Hustle Culture: Hidup Bukan Lomba Lari, Bro! 

Banyak kota bisa menjadi pilihan untuk menjalani gaya hidup slow living, dan salah satunya Salatiga. Kota ini kerap disebut sebagai kota terbaik untuk menjalani hidup yang lebih pelan, damai, dan berkualitas.

Berada di antara Kota Semarang dan Solo, Salatiga bukan kota yang besar. Namun, kota ini cukup ramai karena ada dua universitas besar di sana.

Lantas apa yang membuat kota kecil di lereng Gunung Merbabu ini istimewa? Yuk, kita telusuri satu per satu alasan kenapa Salatiga layak disebut sebagai Kota Slow Living Terbaik di Indonesia.

Baca Juga: 5 Kota Terbaik untuk Slow Living, Bukan Jogja atau Solo!

1. Kota Sejuk di Lereng Gunung yang Tenang

Salatiga terletak di kaki Gunung Merbabu, di antara Semarang dan Solo. Letaknya yang berada di ketinggian 400–600 meter di atas permukaan laut membuat udara kota ini sejuk hampir sepanjang tahun.

Suhu rata-rata harian yang nyaman, sekitar 20–25 derajat Celsius, membuat siapa pun betah berlama-lama di luar rumah tanpa harus kepanasan.

Kota ini dikelilingi Gunung Merbabu, Telomoyo, dan Ungaran. Lokasinya tidak jauh dari Danau Rawa Pening dan wisata Kopeng sehingga pemandangan di Salatiga selalu menenangkan.

Suasana yang hijau dan tenang inilah yang menjadi alasan utama banyak orang memilih Salatiga sebagai tempat untuk hidup dengan ritme yang lebih pelan.

Tidak heran, sejak zaman kolonial, kota ini sudah dikenal sebagai tempat peristirahatan para pejabat Belanda. Mereka membangun vila dan perkebunan karena udara sejuk dan lingkungan yang damai.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Lirik Yalal Waton Latin, Arab, Arti, dan Penciptanya

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 20:24 WIB
X