Hikayat Semangkuk Mie Ayam Wonogiri, Jejak Kaum Boro dan Resep dari Orang-orang Tionghoa

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Minggu, 29 Maret 2026 | 11:05 WIB
Hikayat Semangkuk Mie Ayam Wonogiri, Jejak Kaum Boro dan Resep dari Orang-orang Tionghoa. (Pixabay)
Hikayat Semangkuk Mie Ayam Wonogiri, Jejak Kaum Boro dan Resep dari Orang-orang Tionghoa. (Pixabay)

Beda Kota, Beda Rasa

Di Yogyakarta, mie ayam cenderung manis, sementara di Solo dan sekitarnya lebih gurih. Adaptasi ini membuat mie ayam mudah diterima oleh berbagai kalangan.

Selain itu, harga yang terjangkau dan penyajian yang praktis menjadikan mie ayam sebagai makanan yang merakyat. Hidangan ini bisa dinikmati kapan saja, baik saat cuaca panas maupun dingin.

Faktor inilah yang membuat mie ayam tetap bertahan dan terus berkembang hingga saat ini.

Meski kerap disebut sebagai mie ayam Wonogiri, sebenarnya tidak ada satu standar rasa yang baku. Setiap penjual memiliki ciri khas masing-masing, mulai dari racikan bumbu hingga topping.

Keberagaman inilah yang justru menjadi kekuatan mie ayam sebagai kuliner nasional. Uniknya, hamper semua mie ayam yang dijual pedagang dari Wonogiri enak.

Pada akhirnya, julukan Wonogiri sebagai kota mie ayam lebih tepat dipahami sebagai simbol kontribusi masyarakatnya dalam menyebarkan kuliner ini ke seluruh Indonesia.

Peran kaum boro sebagai perantau menjadi kunci utama dalam perjalanan panjang mie ayam hingga menjadi salah satu makanan paling populer di Indonesia.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Nastar, Kue Warisan Belanda yang Jadi Ikon Lebaran

Sabtu, 21 Maret 2026 | 07:05 WIB
X