Sebelum penyajian, teh akan diseduh dan didiamkan beberapa waktu agar warna pekat dan aroma melati kelar. Selanjutnya, teh baru diseduh dengan pemanis gula batu, bukan gula pasir.
Baca Juga: Rahasia! Ini Satu Resep Es Teh Paling Enak se-Dunia
Nah, racikan teh yang digunakan adalah teh awur atau teh tubruk, yaitu daun teh utuh keringk bukan teh celup. Penggunaan teh awur supaya seduhan teh memiliki aroma yang tajam dan nikmat.
Di Solo, ada istrilah untuk tradisi ngeteh yaitu ginasthel dan wagistel. Ginastel merupakan akronim dari teh yang memiliki rasa legi (manis), panas, kenthel (kental).
Sedangkan wasgitel merupakan kependekan dari teh yang memiliki cita rasa wangi, sepat, legi (manis), kenthel (kental). Untuk racikan teh Solo ada umumnya campuran dari karakter teh rasa melati dan teh hitam.
Baca Juga: Teh Oplos Solo, Memang Boleh Seenak Itu…
Nah, racikan teh iniah yang menjadi barometer bagi qualified tidaknya warung angkringan di Solo. Begitu rasa teh dianggap tidak memenuhi selera lidah, maka warung angkringan akan sepi pembeli.
Tidak heran racikan teh Solo atau teh oplos ini menjadi istimewa dan memiliki rasa unik dan khas. Orang Solo bilang, ‘Ora ngoplos, ora marem’. Artinya, kalau tidak minum teh oplos tidak akan puas.***