TITIKTEMU.CO Dimsum yang satu ini berbeda, namanya Uma Yum Cha, karena penjualannya bukan di mall ataupun restoran melainkan dapat ditemui di blok Pasar Condronegaran yang terletak di Jalan Gedongkiwo RT 52 RW 11 No. 980, Kelurahan Gedongkiwo, Kemantren Mantrijeron, Kota Yogyakarta.
Penyuka dimsum bisa nongkrong dan bercanda gurau bersama teman-teman, menikmati suasana pasar sambil memakan dimsum yang enak dan halal dari Uma Yum Cha. Bagaimana tidak, sejak berdiri di tahun 2018 harga dimsum di Uma Yum Cha sampai saat ini cukup terjangkau hanya Rp 3.000 saja per bijinya, namun dengan kualitas makanan yang dijamin enak dan halal.
Uma Gumma sang pemilik, awal berjualan hanya untuk konsumsi semata untuk program diet, sebab dimsum yang dibuatnya tergolong rendah karbohidrat namun tinggi protein.
Baca Juga: Resep Nasi Goreng Lipat Darurat Tanpa Kecap Tapi Enak
"Sempat diet, sampai 60 kilo kurus banget, di video Uma Yum Cha di instagram ada. Waktu pandemi tidak olahraga jadi gendut lagi. Aku merasakan keberhasilan diet dari asupan makanan, kalian bisa mampir disini jika mencari asupan diet rendah karbohidrat dan tinggi protein, atau bisa pakai apa aja tapi rendah kalori," jelasnya pada laman Pemkot Yogyakarta.
Olahan ayam, udang, jamur dan wortel yang dihaluskan dan dibalut dengan pangsit ini sangat mengundang selera makan.
Uma mengungkapkan, usahanya ini dibangun sejak tahun 2018. Kemudian banyak teman-temannya yang ingin mencoba dimsum buatannya. Seiring berjalannya waktu informasi mengenai dimsum miliknya menyebar dari mulut ke mulut dan semakin banyak yang menyukai dimsum buatannya.
Pemilihan tempat di Pasar Condronegaran sebagai tempat pertama kali penjualan dimsumnya, Uma mengungkapkan dulunya Ia dan teman-teman kerjanya sering makan dan nongkrong di pasar ini. Hingga akhirnya memutuskan berjualan di pasar tersebut.
"Waktu itu kerja full time, kost dekat sini di belakang masjid. Tiap malam pasti makan disini, makan di pasar. Dulu pedagangnya cuma ada beberapa, ramesan, wedang bajigur, angkringan sama pecel lele. Nah aku ini pelanggan disini. Slot ini masih kosong, jadi aku coba jualan disini dimsumnya, dan alhamdulillah sampai sekarang," jelasnya.
Untuk nama Uma Yum Cha sendiri terdiri dari 'Uma' nama sang pemilik, 'Yum Cha' merupakan budaya minum teh dari Tionghoa dimana budaya disana merupakan kaum pekerja yang bekerja sejak pukul 05.00 pagi, dan siang hari beristirahat sambil minum teh dan makan snack dimsum bersama teman-teman.
Untuk menu yang ada di Uma Yum Cha antara lain siomay atau dimsum, bakpao mini dengan varian rasa manis dan asin, selanjutnya ceker kaki naga yang berwarna merah merona karena rasanyanya yang pedas.
Baca Juga: Resep Tumis Pare Tempe, Enak dan Dijamin Nggak Pahit
Pihaknya mengatakan, awal mula penjualan hanya 50-100 biji dimsum per hari. Sampai akhirnya pada detik ini penjualan perbulan mencapai 30.000 dimsum. "Alhamdulillah meningkat, yang datang bukan cuma teman-teman bahkan sempat viral. Saat ini keuntungan penjualan bisa Rp 1,5 juta - Rp 3 juta perhari. Dengan estimasi perbulan bisa menjual dimsum hingga 30.000 dimsum," katanya.
Uma Yum Cha sudah buka cabang di beberapa tempat loh. Untuk wilayah Kota Yogyakarta Uma Yumcha dapat ditemui di Pasar Condronegaran dan Gor Klebengan. Untuk kota lain Uma Yum Cha dapat ditemui di Solo, Klaten, Boyolali, Sragen, Karanganyar, Malang, Jombang, Sidoarjo, Semarang, dan Magelang.
Artikel Terkait
Resep Tumis Pare Tempe, Enak dan Dijamin Nggak Pahit
Resep Tumis Cumi Hitam ala Warteg, Nggak Kalah dengan Warung Sebelah
Resep Tumis Ayam Bawang Bombay, Makan Siang Jadi Istimewa
Begini Cara Membuat Resep Nasi Goreng yang Sehat dan Hemat, Bisa untuk Bekal Sekolah
Resep Nasi Goreng Enak Terbuat dari Daun Jeruk, Begini Caranya
Resep Nasi Goreng Lipat Darurat Tanpa Kecap Tapi Enak