“Sebenarnya bukan paracetamolnya itu kan obat itu ada zat aktif ada bahan pendukung adiktif, pelarut misalnya atau yang lain-lain yang mendukung zat aktifnya itu. Parasetamol itu kita udah pakai lama sekali jadi selama dalam batas terapi aman-aman aja.
Nah ini kan baru dugaan, heboh bentuk sirup nah salah satu yang dicurigai isinya paracetamol sirup yang isinya parasetamol tapi ada juga sirup obat batuk pilek. Tunggu aja Kemenkes dan lain-lain lagi meneliti, BPOM juga kita tunggu aja hasilnya. Parasetamol itu sukar larut dalam air jadi dia butuh pelarut khusus ya salah satu yang dipakai itu propilent glikol, Nah bukan etil glikol atau dietilen glikol tapi propilent glikol. Nah kadang-kadang pelarutnya itu ada cemaran, kalau cemaran itu dalam batas toleransi ,Ya itu aman-aman aja. Nah ini kan lagi diteliti hasilnya kita belum tahu kalau anak panas ya kita tidak harus selalu panas. Banyak nih dalam praktek sehari-hari Dok, anak saya panas. Berapa suhunya? 37. Nah jadi banyak dari orang tua yang enggak tahu suhu normal itu berapa. Suhu normal itu 36,5 sampai 37,4. Nah perlu nggak kita buru-buru kasih penurun panas, nggak perlu juga kalau anaknya masih aktif, cukup sering kasih minum atau dipakai hangat ya bukan lap dingin banget ya kita kompres ya bisa taruh di ketiak atau lipat paha ya itu bisa membantu penurunan suhu tubuh.” Jelas Dr. Rudi Hartono, SP.A.***
Artikel Terkait
Bukan Kaleng-kaleng, Ini Manfaat Air Kelapa Muda untuk Kesehatan, dari Mencegah Sakit Ginjal sampai Diabetes
Jangan Sembarang Konsumsi Makanan, Kurangi Makanan ini untuk Mengurangi Resiko Gangguan Ginjal
Penyakit Ginjal Penyebab Kematian Terbanyak Ke-10: Yuk, Kenali Ciri dan Cara Pencegahannya!
MENGKHAWATIRKAN: 206 kasus misterius gagal ginjal di Indonesia, 99 anak meninggal. Ini respon Ketua DPR
Kasus gagal ginjal akut meningkat. Waspadalah jika anak anda sakit dengan gejala seperti ini