Kasus gagal ginjal akut meningkat. Waspadalah jika anak anda sakit dengan gejala seperti ini

photo author
Teguh Argari Bisono, TitikTemu.co
- Jumat, 21 Oktober 2022 | 01:08 WIB
Menteri Kesehatan RI  menghadiri Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia . Cuci tangan pakai sabun dapat mencegah infeksi saluran pencernaan pada anak-anak (pic/kemenkes)
Menteri Kesehatan RI menghadiri Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia . Cuci tangan pakai sabun dapat mencegah infeksi saluran pencernaan pada anak-anak (pic/kemenkes)

TITIKTEMU.CO - Kasus gagal ginjal akut yang menyerang anak-anak usia 6 bulan-18 tahun terjadi peningkatan terutama dalam dua bulan terakhir.

Per tanggal 18 Oktober 2022 sebanyak 206 kasus telah dilaporkan, paling banyak didominasi usia 1-5 tahun. Dari jumlah itu, 99 orang di antaranya dinyatakan meninggal dunia.

Seiring dengan peningkatan tersebut, Kemenkes meminta orang tua untuk tidak panik,
tenang namun selalu waspada.

Terutama apabila anak mengalami gejala yang mengarah kepada gagal ginjal akut seperti ada diare, mual, muntah, demam selama 3-5 hari, batuk, pilek, sering mengantuk serta jumlah air seni/air kecil semakin sedikit bahkan tidak bisa buang air kecil sama sekali.                                                                                                                          

Kemenkes melaporkan total kasus gangguan ginjal akut progresif atipikal di Indonesia mencapai 206 orang per Selasa (18/10). Dari jumlah itu, 99 orang di antaranya dinyatakan meninggal dunia.

Baca artikel CNN Indonesia "Menkes: Obat yang Dikonsumsi Pasien Gagal Ginjal Akut Diproduksi di RI" selengkapnya di sini: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20221020131746-20-863177/menkes-obat-yang-dikonsumsi-pasien-gagal-ginjal-akut-diproduksi-di-ri?utm_source=twitter&utm_medium=oa&utm_content=cnnindonesia&utm_campaign=cmssocmed.

Download Apps CNN Indonesia sekarang https://app.cnnindonesia.com/
Kemenkes melaporkan total kasus gangguan ginjal akut progresif atipikal di Indonesia mencapai 206 orang per Selasa (18/10). Dari jumlah itu, 99 orang di antaranya dinyatakan meninggal dunia.

Baca artikel CNN Indonesia "Menkes: Obat yang Dikonsumsi Pasien Gagal Ginjal Akut Diproduksi di RI" selengkapnya di sini: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20221020131746-20-863177/menkes-obat-yang-dikonsumsi-pasien-gagal-ginjal-akut-diproduksi-di-ri?utm_source=twitter&utm_medium=oa&utm_content=cnnindonesia&utm_campaign=cmssocmed.

Download Apps CNN Indonesia sekarang https://app.cnnindonesia.com
Sebelumnya, Kemenkes melaporkan total kasus gangguan ginjal akut progresif atipikal di Indonesia mencapai 206 orang per Selasa (18/10). Dari jumlah itu, 99 orang di antaranya dinyatakan meninggal dunia.

Baca artikel CNN Indonesia "Menkes: Obat yang Dikonsumsi Pasien Gagal Ginjal Akut Diproduksi di RI" selengkapnya di sini: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20221020131746-20-863177/menkes-obat-yang-dikonsumsi-pasien-gagal-ginjal-akut-diproduksi-di-ri?utm_source=twitter&utm_medium=oa&utm_content=cnnindonesia&utm_campaign=cmssocmed.

Download Apps CNN Indonesia sekarang https://app.cnnindonesia.com/
Sebelumnya, Kemenkes melaporkan total kasus gangguan ginjal akut progresif atipikal di Indonesia mencapai 206 orang per Selasa (18/10). Dari jumlah itu, 99 orang di antaranya dinyatakan meninggal dunia.

Baca artikel CNN Indonesia "Menkes: Obat yang Dikonsumsi Pasien Gagal Ginjal Akut Diproduksi di RI" selengkapnya di sini: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20221020131746-20-863177/menkes-obat-yang-dikonsumsi-pasien-gagal-ginjal-akut-diproduksi-di-ri?utm_source=twitter&utm_medium=oa&utm_content=cnnindonesia&utm_campaign=cmssocmed.

Download Apps CNN Indonesia sekarang https://app.cnnindonesia.com"Orang tua harus selalu hati-hati, pantau terus kesehatan anak-anak kita, jika anak mengalami keluhan yang mengarah kepada penyakit gagal ginjal akut. Sebaiknya segera konsultasikan ketenaga kesehatan jangan ditunda atau mencari pengobatan sendiri," kata Plt. Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan dr Yanti Herman, MH Kes, seperti dilansir laman resmi Kemenkes.

Baca Juga: INFO LOKER : Ditutup 31 Oktober, Bank Muamalat Buka Lowongan Kerja untuk lulusan minimal D3

Pastikan bila anak sakit cukupi kebutuhan cairan tubuhnya dengan minum air. Lebih lanjut,
gejala lain yang juga perlu diwaspadai orang tua adalah perubahan warna pada urine
(pekat atau kecoklatan).

Bila warna urine berubah dan volume urine berkurang, bahkan tidak ada urine selama 6-8 jam (saat siang hari), orang tua diminta segera membawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Sampai saat ini kasus gagal ginjal akut pada anak belum diketahui secara pasti penyebabnya, untuk itu pemerintah bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan tim dokter RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) membentuk satu tim. Yang bertugas untuk mengamati dan menyelidiki kasus gangguan ginjal akut pada anak.

Baca Juga: Suga BTS Akan Berikan Kode ini Saat BTS Melakukan Konser Terakhir

Dari data yang ada gejala yang muncul di awal adalah terkait infeksi saluran cerna yang
utama untuk itu Kemenkes menghimbau sebagai upaya pencegahan agar orang tua tetap memastikan perilaku hidup bersih dan sehat tetap diterapkan, pastikan cuci tangan tetap diterapkan, makan makanan yang bergizi seimbang, tidak jajan sembarangan, minum air matang dan pastikan imunisasi anak rutin dan lanjuti dilengkapi.

Selain itu, Kemenkes juga telah menerbitkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pelayanan
Kesehatan Nomor HK.02.02./2/I/3305/2022 tentang Tata Laksana dan Managemen Klinis Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (Atypical Progressive Acute Kidney Injury) Pada Anak di Fasilitas Pelayanan Kesehatan sebagai bagian peningkatan kewaspadaan.

Surat keputusan ini memuat serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh tenaga medis dan
tenaga kesehatan lain dalam melakukan penanganan terhadap pasien gagal ginjal akut sesuai dengan indikasi medis.

Baca Juga: Dewi Persik Sindir Lesti Kejora Begini. 'Perempuan itu untuk disayang...bukan untuk...

"Belajar dari pandemi COVID-19, pemerintah tentu tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi dan
kolaborasi dari seluruh pihak sangat diperlukan untuk mencegah agar penyakit ini bisa
dicegah sedini mungkin. Karenanya kami mengimbau kepada Dinas Kesehatan, rumah sakit maupun pintu masuk negara agar segera melaporkan apabila ada indikasi kasus yang mengarah kepada gagal ginjal akut maupun penyakit lain yang berpotensi mengalami KLB," imbuh dr Yanti.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Teguh Argari Bisono

Sumber: Kemenkes RI

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X