MENGKHAWATIRKAN: 206 kasus misterius gagal ginjal di Indonesia, 99 anak meninggal. Ini respon Ketua DPR

photo author
Teguh Argari Bisono, TitikTemu.co
- Kamis, 20 Oktober 2022 | 11:39 WIB
Ketua DPR Puan Maharani meminta pemerintah menggencarkan edukasi kepada masyarakat berkenaan fenomena kasus gagal ginjal akut misterius yang ditemukan pada anak (pic/PMJ News/Instagram @puanmaharaniri)
Ketua DPR Puan Maharani meminta pemerintah menggencarkan edukasi kepada masyarakat berkenaan fenomena kasus gagal ginjal akut misterius yang ditemukan pada anak (pic/PMJ News/Instagram @puanmaharaniri)

TITIKTEMU.CO - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Puan Maharani meminta pemerintah menggencarkan edukasi kepada masyarakat berkenaan fenomena kasus gagal ginjal akut misterius yang ditemukan pada anak.

Kemudian, instruksi agar penggunaan obat cair kepada anak dihentikan sementara juga
harus disosialisasikan secara masif.

“Kasus gagal ginjal akut misterius kepada anak cukup mengkhawatirkan melihat tingginya
angka kematian,” ungkap Puan, di Jakarta, Rabu (19/10/2022), seperti dilansir
pmjnews.com.

Baca Juga: 30 link Twibbon Peringatan Hari Santri Nasional 2022. Gratis Download berikut Cara Posting di Medsos Anda

“Pemerintah harus melakukan edukasi kepada masyarakat secara optimal terkait soal ini
melalui berbagai strategi komunikasi maupun memanfaatkan platform media,” tambahnya.

Untuk diketahui, sejauh ini telah ditemukan 206 anak kasus gagal ginjal akut di Tanah
Air yang belum diketahui penyebabnya. Adapun sebanyak 99 anak di antaranya meninggal
dunia.

Sedangkan, kasus 70 anak meninggal dunia akibat gagal ginjal juga ditemukan di Gambia,
Afrika Barat. Hal tersebut dilaporkan terkait dengan konsumsi obat yang tercemar
etilen glikol dan dietilen glikol lantaran melampaui batas wajar.

Baca Juga: Sejarah Hari Santri 22 Oktober, dari Resolusi Jihad Kiai Hasyim Asyari hingga penetapan sebagai Hari Santri

Kemungkinan serupa di Indonesia tengah didalami para ahli termasuk BPOM RI dan
Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Karena itu, Kemenkes meminta agar penggunaan obat cair dihentikan sementara,
khususnya pada anak. Kemenkes juga mengimbau agar penggunaan dan penjualan obat
dalam bentuk cair atau sirup dihentikan untuk sementara waktu.

Termasuk di apotek, hingga riset terkait kasus gagal ginjal berhasil mengungkap
fakta atau temuan baru. Sementara itu, BPOM RI memberikan penjelasan tentang sirup obat untuk anak di Gambia, Afrika yang terkontamiansi dietilen glikol dan etilen glikol.

Baca Juga: Ini Bahan-bahan untuk menghilang flek hitam di kulit. Salah satunya pasti ada di dapur anda

Sehubungan dengan adanya informasi dari World Health Organization (WHO) pada tanggal
5 Oktober 2022 mengenai sirup obat untuk anak yang terkontaminasi dietilen glikol dan
etilen glikol di Gambia, Afrika, BPOM perlu menginformasikan hal-hal sebagai berikut:

Sirup obat untuk anak yang disebutkan dalam informasi dari WHO, terdiri dari
Promethazine Oral Solution, Kofexmalin Baby Cough Syrup, Makoff Baby Cough Syrup,
dan Magrip N Cold Syrup. Keempat produk tersebut diproduksi oleh Maiden Pharmaceuticals Limited, India.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Teguh Argari Bisono

Sumber: bpom.go.id, pmjnews.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X