Cegah penyebaran TBC di Jakarta petugas Puskesmas berkeliling tracing ke wilayah

photo author
Agus Hermanto, TitikTemu.co
- Senin, 17 Oktober 2022 | 13:08 WIB
Petugas Puskesmas tengah melakukan tracing di wilayah Jakarta Barat guna menekan kasus TBC. (pic. pemkot jakbar)
Petugas Puskesmas tengah melakukan tracing di wilayah Jakarta Barat guna menekan kasus TBC. (pic. pemkot jakbar)

TITIKTEMU.CO JAKARTA – Guna menekan kasus Tuberkulosis (TBC) di DKI Jakarta petugas Puskesmas telah dikerahkan ke wilayah untuk melakukan tracing.

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Erizon Safari mengatakan tracing perlu dilakukan agar pihaknya dapat melakukan pencegahan penyebaran TBC di lingkungan masyarakat sejak dini.

Baca Juga: Indonesia Usulkan Ikut Uji Klinis Vaksin TBC kepada Bill & Melinda Gates Foundation

Baca Juga: Sering Kesemutan? Mungkin Anda Kekurangan Vitamin B12. Ini yang Dapat Diderita jika Kekurangan Vitamin Ini

"Jadi, Puskemas menjalankan peran tracing ke wilayah untuk mencari orang yang bergejala TBC. Itu terbukti efektif untuk mencari temuan kasus baru di wilayah," ujarnya seperti dilansir TITIKTEMU.CO dari laman resmi Pemkot Jakarta Barat.

Lebih lanjut dijelaskan, nantinya, rumah sakit selaku pihak yang merawat pasien TBC akan memberikan informasi ke puskemas kelurahan dan kecamatan terkait tempat pasien tinggal.

Baca Juga: Mandi Pagi Sebelum Subuh, Ternyata Tak Hanya Membersihkan Tapi juga Menyehatkan. Ini 10 Manfaatnya

Dari informasi itu, puskemas akan bergerak menelusuri lokasi tempat tinggal pasien untuk mencari tahu kemungkinan adanya warga lain yang tertular TBC.

Selain itu, sambung Erizon, pihak puskemas juga bisa memberikan edukasi kepada warga sekitar terkait gejala TBC dan cara penanggulangannya.

"Jika ada gejala batuk selama dua minggu tanpa henti, langsung saja memeriksakan diri ke puskesmas dan rumah sakit," imbuhnya.

Ia menyebut, terhitung dari Januari hingga September 2022, saat ini tercatat ada penambahan sekitar 6.000 kasus TBC di wilayah Jakarta Barat.

Baca Juga: Ini perbedaan beras putih, beras merah & beras hitam. Anda biasa konsumsi yang mana? Atau pilih beras campur?

Diharapkan, dengan adanya pola penanganan tracing kasus TBC di wilayah kecamatan dan kelurahan bisa ditekan dan dicegah penyebarannya. ***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Agus Hermanto

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X