Simak Ini Perbedaan Endemi, Epidemi, dan Pandemi

photo author
Agus Hermanto, TitikTemu.co
- Sabtu, 19 Maret 2022 | 14:25 WIB
Ilustrasi. (ners.unair)
Ilustrasi. (ners.unair)

TITIKTEMU.CO - Hingga saat ini pandemi Covid-19 masih melanda Indonesia, meski  belakangan angka positif sudah menurun drastis dan bepergian kemana-mana tak diharuskan menunjukkan hasil tes antigen/PCR.

Sebagaimana diketahui bersama, kasus pertama kali Covid-19 terjadi di Wuhan, China pada 2019. Lalu, kenapa Covid-19 disebut dengan pandemi? Apa yang membedakan antara ketiganya?

Baca Juga: Penyakit Ginjal Penyebab Kematian Terbanyak Ke-10: Yuk, Kenali Ciri dan Cara Pencegahannya!

Baca Juga: Waspada! Sering Pake Obat Kumur, Bisa Ganggu Kesehatan, Begini Penjelasannya

Pada penyebaran suatu penyakit, ada beberapa tingkatan yang terjadi. Penyakit endemi berkembang menjadi epidemi.

Jika penyebarannya meluas hingga seluruh dunia, maka itu disebut pandemi. World Health Organization (WHO) memutuskan Covid-19 sebagai pandemi global pada 11 Maret 2020.

Baca Juga: Dear Penggemar Gorengan, Ini Resep Herbal untuk Detoks Ala dr Zaidul Akbar

Namun, meski sudah berjalan satu tahun, waktu itu penyebaran Covid-19 masih belum berhenti.  

WHO pun saat itu memberi pernyataan bahwa Covid-19 sebagai penyakit endemik.

Oleh karena itu, penyakit ini akan terus ada dan tidak sepenuhnya hilang.

Baca Juga: Demam, Pilek, Badan Gereges-gereges, Ini Resep Herbal ala dr Zaidul Akbar

Pengertian Endemi: Endemi adalah penyakit yang muncul dan menjadi karakteristik di wilayah tertentu, misalnya penyakit malaria di Papua.

Contoh penyakit lainnya di Indonesia yaitu Demam Berdarah Dengue (DBD). Penyakit ini akan selalu ada di daerah tersebut, namun dengan frekuensi atau jumlah kasus yang rendah.

Pengertian Epidemi: Epidemi terjadi ketika suatu penyakit telah menyebar dengan cepat ke wilayah atau negara tertentu dan mulai memengaruhi populasi penduduk di wilayah atau negara tersebut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Agus Hermanto

Sumber: ners.unair.ac.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X