Hati-hati, Efek Long Covid. Penelitan Sebutkan Sakit Covid-19 Parah Bisa Turunkan Kecerdasan

photo author
Andi Baskoro Wirawan, TitikTemu.co
- Selasa, 7 September 2021 | 18:42 WIB
ilustasi penurunan daya ingat dan kecerdasan ( dok :
ilustasi penurunan daya ingat dan kecerdasan ( dok :

Dampak COVID-19 terhadap otak

Hal yang masih menjadi perdebatan diantara para ahli adalah infeksi virus COVID-19 menyerang sistem pernapasan. Lalu, bagaimana bisa penyakit ini juga memengaruhi otak penderitanya? Hingga kini belum cukup banyak penelitian yang dapat membuktikan kalau virus SARS-CoV-2 bisa masuk ke dalam otak. Virus biasanya hanya sedikit ditemukan di dalam pembuluh darah otak.

Baca Juga: Sertifikat Vaksin Belum Ada di Aplikasi PeduliLindungi? Atau Sudah Ada, Tetapi Datanya Salah. Ini Solusinya

Ada dua kemungkinan bagaimana infeksi COVID-19 memicu penurunan kecerdasan dan fungsi otak, terutama pada para penyintas dengan gejala parah :

  1. Memicu peradangan otak

Ada dugaan bahwa infeksi virus SARS-COV-2 yang menyerang, mengakibatkan antibodi tubuh manjadi aktif dan berpotensi menyerang tubuh sendiri hingga mengakibatkan inflamasi.

Hal ini ditemukan pada beberapa pasien dilaporkan menderita ensefalitis atau radang otak, yang menyebabkan gangguan penglihatan, bicara serta mendengar.

Baca Juga: Waah! Waspada! Ada Varian Baru Virus Corona Yang Dideteksi Mampu Melemahkan Obat

Antibodi dihasilkan tubuh ketika terkena infeksi, termasuk COVID-19. Jika antibodi terlalu aktif, ia akan menyerang sel-sel di dalam tubuh sendiri dan mengakibatkan inflamasi. Beberapa pasien COVID-19 memiliki antibodi di cairan Serebrospinalnya, yakni cairan yang mengalir pada otak dan saraf tulang belakang.

Dalam sebuah studi dari Jurnal Nature yang meneliti jaringan otak pada 8 pasien yang meninggal karena COVID-19 menduga, infeksi COVID-19 mempengaruhi kemampuan memecahkan masalah serta mengingat.

Baca Juga: PPKM Masih Diperpanjang, Ini Syarat Ketentuan Bepergian

Hal itu serupa dengan gejala yang muncul pada pasien Alzheimer. Indikator tersebut terlihat dari terjadinya inflamasi atau peradangan parah serta perubahan molekul pada korteks serebral, atau bagian otak yang berperan dalam pemecahan masalah dan daya ingat manusia.

  1. Kekurangan oksigen berpengaruh pada otak

Hipoksia atau turunnya kadar oksigen dalam tubuh termasuk dalam gejala berat pada pasien COVID-19. Infeksi yang berat akan membuat paru-paru tidak mampu menyebarkan oksigen ke dalam darah dengan baik.

Padahal oksigen adalah komponen ayng diperlukan oleh tubuh agar berfungsi normal, termasuk otak. Hal ini  bisa memicu penurunan fungsi otak. Kurangnya asupan oksigen bisa memicu penurunan fungsi otak yang bisa berdampak pada tingkat kecerdasan penyintas COVID-19.

Baca Juga: Ini Lho Aturan Terbaru PPKM Level Menurut Inmendagri 39 Tahun 2021

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Tags

Rekomendasi

Terkini

X