TITIKTEMU.CO SEMARANG - Tumor payudara termasuk salah satu jenis penyakit yang harus diwaspadai namun bisa disembuhkan, diantaranya dengan pengobatan dan menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Hal tersebut penting agar dapat terhindar dari tumor payudara, selain itu tentunya dengan melakukan deteksi dini. Semakin cepat diketahui, semakin cepat pula pengobatan dilakukan, sehingga peluang kesembuhan semakin besar.
Baca Juga: Dorce Gamalama Meninggal Dunia karena Covid 19, Menteri BUMN Erick Thohir Berduka
Baca Juga: Peringkat Dua Penyebaran Covid-19 di Jawa Tengah, Solo Terapkan Hybrid Learning PTM dan PJJ
USG payudara atau USG mammae adalah salah satu jenis USG yang secara khusus dilakukan untuk memeriksa kondisi payudara dan mendeteksi gangguan serta berbagai bentuk kelainan pada payudara, seperti kista dan tumor.
“Tumor payudara adalah benjolan payudara, bisa jinak bisa ganas. Keganasan payudara merupakan jumlah kanker terbanyak pada perempuan dan penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Bahkan angka kejadian kanker payudara masih terus meningkat baik di negara berkembang maupun negara maju,” ungkap dr. Rr. Lydia Purna Widyastuti S. Kuntjoro, Sp. Rad (K), Dokter Spesialis Radiologi Rumah Sakit Nasional Diponegoro Universitas Diponegoro.
Baca Juga: Vaksinasi Lengkap Mampu Mengurangi Resiko Kematian Akibat Covid-19. Ini Faktanya
Dahulu, tambah dr. Lydia kanker payudara dan kanker leher rahim adalah dua kanker tertinggi, namun saat ini kanker leher rahim berhasil ditekan dengan adanya deteksi dini dan pencegahan berupa vaksin yang signifikan menurunkan angka kematian.
Untuk kanker payudara deteksi dini dan terapi sedini mungkin di stadium yang awal merupakan kunci untuk menurunkan angka kematian akibat kanker payudara.
Penerapan pola hidup sehat seperti pola hidup teratur, jenis makanan yang sehat, dan olahraga adalah life style yang signifikan menurunkan faktor resiko terhadap kanker payudara”.
Baca Juga: Begini Cara Atasi Kolesterol Tinggi Ala dr Zaidul Akbar, Mudah dan Cespleng
Ia menyampaikan, perempuan mulai usia 20 tahun harus care terhadap payudaranya. Setiap bulannya perempuan harus melakukan periksa payudara sendiri (SADARI) untuk mengetahui bentuk tubuhnya.
Bila ditemukan kelainan pada payudaranya (tidak seperti SADARI bulan sebelum), harus segera melakukan SADANIS atau pemeriksaan payudara klinis yang dilakukan oleh tenaga medis yang berkompeten seperti Dokter Bedah Onkologi, Dokter Kandungan, Dokter Penyakit Dalam Onkologi, Dokter Umum, Bidan, atau Perawat terlatih.
Jika dari pemeriksaan SADANIS membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut, maka akan dilakukan pemeriksaan Radiologi seperti USG payudara, Mammografi, maupun MRI untuk mengetahui lebih lanjut bentuk dan jenis benjolan. Idealnya seperti di negara maju maupun di negara tetangga, mammografi dilakukan secara rutin setahun sekali oleh semua perempuan mulai usia 40 tahun.