Peringkat Dua Penyebaran Covid-19 di Jawa Tengah, Solo Terapkan Hybrid Learning PTM dan PJJ

photo author
Leonardo Pamungkas, TitikTemu.co
- Selasa, 15 Februari 2022 | 18:07 WIB
Solo terapkan hybrid learning PTM dan PJJ (Instagram @disdik_surakarta)
Solo terapkan hybrid learning PTM dan PJJ (Instagram @disdik_surakarta)

TITIKTEMU.CO, SOLO - Solo Akan Menerapkan Kombinasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) Untuk Menekan Penyebaran Omicron di Lingkungan Sekolah.

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengimbau seluruh sekolah di Kota Surakarta untuk menerapkan pembelajaran hybrid, kombinasi pembelajaran tatap muka (PTM) dan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Hal ini dilakukan menyikapi jumlah penularan Covid-19 varian Omicron yang semakin meluas. Metode itu mulai diterapkan pada Senin, 14 Februari 2022.

Baca Juga: Vaksinasi Lengkap Mampu Mengurangi Resiko Kematian Akibat Covid-19. Ini Faktanya

Seperti diketahui sebaran kasus Covid-19 baru Kota Surakarta menduduki peringkat dua tertinggi di Jawa Tengah per 10 Februari, pukul 16.00 WIB. Jumlahnya kini mencapai 238 kasus.

“Sudah saya sampaikan juga pada media juga bahwa minggu depan kita terapkan pembelajaran hybrid, PTM dan PJJ sekaligus. Nanti seminggu kita lihat apakah orang tua lebih cenderung PTM atau PJJ untuk pembelajaran putra-putrinya,” jelas Gibran, Jumat (11/2/2022) usai mengikuti kegiatan Rapat Koordinasi PPKM Jawa Bali yang dipimpin Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan secara virtual, dari Ruang Natapraja Balaikota Surakarta.

Menurut Gibran, hal itu dilakukan sebagai upaya untuk menekan penyebaran virus Covid 19 di lingkungan sekolah. 

Baca Juga: Indonesia Terus Mengembangkan Vaksin Merah Putih Produksi Sendiri. Apa Bedanya Dengan Vaksin Lainnya

Sedangkan untuk kegiatan lainnya, Gibran meminta untuk tetap jalan terus demi mempercepat pemulihan ekonomi.

Kebijakan itu sesuai dengan imbauan Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Panjaitan kepada kepala daerah, untuk tetap menjaga keseimbangan antara sektor kesehatan dan ekonomi.

Sebagai antisipasi puncak gelombang ketiga, Pemkot Surakarta mempersiapkan rumah sakit dan RS Lapangan.

Baca Juga: Karantina untuk Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) Segera Ditiadakan. Begini Syarat dan Ketentuannya

Gibran juga menginstruksikan untuk mengklasifikasikan warga Solo yang terpapar dengan kategori rendah, sedang, tinggi maupun komorbid.

Selanjutnya memprioritaskan pasien dengan gejala berat agar lebih dulu menerima perawatan di rumah sakit.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: Instagram

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X