TITIKTEMU.CO, Stroke banyak menyerang masyarakat Indonesia, biasa disebut serangan otak. Terjadi ketika ada sesuatu yang menghalangi suplai darah ke bagian otak atau ketika pembuluh darah di otak pecah. Dalam kedua kasus tersebut, bagian otak menjadi rusak atau mati. Stroke dapat menyebabkan kerusakan otak yang bertahan lama, kecacatan jangka panjang, atau bahkan kematian.
Penderita stroke tentunya ingin kembali ke tingkat aktivitas sebelum serangan terjadi. Anda juga disarankan mengintegrasikan kembali olahraga ke dalam hidup, dengan cara yang sehat dan produktif, terutama jika Anda mengalami gejala yang bertahan lama.
Beberapa gejala pasca stroke yang mungkin Anda alami adalah:
Kelumpuhan. Satu atau beberapa bagian tubuh Anda bisa lumpuh setelah stroke.
Baca Juga: Buah Naga , Diam Diam Punya Segudang Manfaat
Kelemahan. Anda mungkin mengalami kelemahan yang signifikan di seluruh tubuh Anda.
Koordinasi berkurang Anda mungkin kesulitan mengoordinasikan gerakan, menyebabkan Anda merasa sedikit lamban atau canggung.
Ketidakteraturan otot. Otot Anda mungkin kencang dan kaku hingga sulit digunakan. Sebaliknya, mereka bisa menjadi longgar dan lunak secara tidak normal.
Keseimbangan. Mungkin sulit bagi Anda untuk menyeimbangkan, dan Anda sering merasa goyah atau pusing.
Pembengkakan. Jika mobilitas tungkai atau kaki Anda hilang, cairan sering kali dapat menumpuk di tungkai di mana gerakan terganggu.
Perubahan perasaan. Umumnya, orang kehilangan perasaan, mengalami peningkatan perasaan, atau mulai merasakan kesemutan di bagian tubuh mereka.
Kelelahan. Anda mungkin merasa lelah setelah tugas-tugas yang biasanya tidak menjadi masalah bagi Anda, seperti berjalan jarak pendek. Gerakan sederhana bisa menjadi tugas yang rumit dan melibatkan.
Nyeri. Merasa sakit di pinggul, kaki, atau di satu sisi tubuh Anda cukup umum.
Rehabilitasi
Jika Anda merasakan efek jangka panjang setelah stroke, kemungkinan besar Anda akan bekerja sama dengan tim fisioterapi untuk merehabilitasi tubuh Anda. Tapi penelitian telah menunjukkan bahwa berolahraga dan mengembangkan kebugaran membantu tubuh Anda pulih dari stroke. Ini terutama benar jika Anda dapat mempertahankan rutinitas olahraga Anda selama enam bulan setelah stroke dan seterusnya. Olahraga juga dapat membantu meredakan beberapa konsekuensi emosional akibat stroke, seperti depresi atau kemurungan. Selain itu, tergantung pada latihan apa yang Anda pilih, itu juga dapat memberi Anda komunitas.
Latihan Apa Dilakukan Setelah Stroke?
Penderita stroke disarankan untuk melakukan latihan aerobik selama 20 hingga 60 menit setiap hari. Anda dapat memecah latihan dan menyelesaikannya dalam interval jika perlu. Penderita stroke juga harus bekerja dengan beban ringan dan menggabungkan resistensi ringan untuk mendapatkan kembali otot yang mungkin telah hilang atau melemah. Jenis pelatihan ini harus dilakukan dua hingga tiga kali.
Artikel Terkait
Layanan vaksinasi rabies jemput bola digencarkan di Jakarta Utara
PeduliLindungi End! Berubah menjadi SATUSEHAT Mobile per 1 Maret 2023
PeduliLindungi Resmi Menjadi SATUSEHAT Mobile, Apa bedanya? Cek di sini!
Cukup 3 langkah, Lakukan Update Aplikasi Peduli Lindungi menjadi SATUSEHAT Mobile
Buah Naga , Diam Diam Punya Segudang Manfaat