Riset tahun 2020 juga membuktikan tidak ada kaitan antara pola makan tinggi protein dengan angka kematian akibat penyakit jantung.
Bahkan, analisis pada 2023 menegaskan bahwa risiko stroke maupun kematian kardiovaskular juga tidak meningkat.
Untuk tulang? Justru sebaliknya.
Asupan protein yang lebih tinggi ternyata berhubungan dengan tulang yang lebih kuat dan risiko patah tulang pinggul yang lebih rendah.
Singkatnya: tidak.
Selama tidak ada kondisi medis khusus, konsumsi protein yang lebih tinggi umumnya aman dan malah bermanfaat.
Namun, setiap tubuh punya kebutuhan berbeda. Karena itu, konsultasi dengan ahli gizi atau tenaga kesehatan sangat dianjurkan sebelum memutuskan menjalani pola makan tinggi protein.
Tujuannya sederhana: agar asupan tetap seimbang dan sesuai dengan kondisi tubuh masing-masing.***
Artikel Terkait
Liverpool Menang atas Bournemouth di Laga Pembuka Liga Inggris, Penuh Emosi untuk Mengenang Jota
Info Terbaru Jam Operasional Bank OCBC, Permata, dan Danamon Selama Cuti Bersama HUT RI ke-80 Agustus 2025
Pidato Kenegaraan Pertama, Presiden Prabowo Tegaskan Reformasi BUMN dan Pajak Berkeadilan
Ganti FOMO dengan JOMO: 3 Cara Menikmati Hidup Tanpa Ikut Tren
JADWAL GANJIL GENAP DAN ONE WAY DI PUNCAK BOGOR PADA 16 17 18 AGUSTUS 2025 LIBUR PANJANG HUT RI KE-80
PSSI Serahkan Dokumen Naturalisasi Miliano Jonathans, Target Perkuat Timnas di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Rundown Konser Baekhyun Jakarta 2025: Jadwal Jam Open Gate, dan Lokasi Penukaran Tiket
Jam Konser 2025 Baekhyun World Tour Reverie di Jakarta untuk EXO-L
Kendala Jadwal BEI: Jadwal Operasional Bursa Saham 16–18 Agustus 2025, Kapan Pasar Saham Buka Kembali?
Cara Mengusulkan PIP Fase 2 di Dapodik 2026 oleh Sekolah Sebelum 31 Agustus 2025