Protein: Sahabat Sejati atau Musuh dalam Selimut? Fakta, Mitos, dan Batas Aman Konsumsi

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Senin, 18 Agustus 2025 | 10:00 WIB
Ilustrasi protein yang berperan vital bagi kesehatan manusia.  (Unsplash.com/AleksanderSaks)
Ilustrasi protein yang berperan vital bagi kesehatan manusia. (Unsplash.com/AleksanderSaks)

Riset tahun 2020 juga membuktikan tidak ada kaitan antara pola makan tinggi protein dengan angka kematian akibat penyakit jantung.

Bahkan, analisis pada 2023 menegaskan bahwa risiko stroke maupun kematian kardiovaskular juga tidak meningkat.

Untuk tulang? Justru sebaliknya.

Asupan protein yang lebih tinggi ternyata berhubungan dengan tulang yang lebih kuat dan risiko patah tulang pinggul yang lebih rendah.

Baca Juga: Kendala Jadwal BEI: Jadwal Operasional Bursa Saham 16–18 Agustus 2025, Kapan Pasar Saham Buka Kembali?

Singkatnya: tidak.

Selama tidak ada kondisi medis khusus, konsumsi protein yang lebih tinggi umumnya aman dan malah bermanfaat.

Namun, setiap tubuh punya kebutuhan berbeda. Karena itu, konsultasi dengan ahli gizi atau tenaga kesehatan sangat dianjurkan sebelum memutuskan menjalani pola makan tinggi protein.

Tujuannya sederhana: agar asupan tetap seimbang dan sesuai dengan kondisi tubuh masing-masing.***

 

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Sumber: Healtline

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X