TITIKTEMU.CO – Jika selama ini banyak orang terjebak dalam kebiasaan fear of missing out (FOMO), kini hadir tren baru yang lebih sehat, yaitu joy of missing out (JOMO).
Berbeda dengan FOMO yang muncul karena rasa takut ketinggalan tren atau aktivitas orang lain, JOMO justru menekankan pada kebahagiaan dari menikmati momen yang ada dan merasa cukup dengan hal-hal yang benar-benar disukai.
Dengan JOMO, seseorang tidak perlu mengikuti semua tren hanya demi dianggap “up to date”. Sebaliknya, mereka bisa lebih fokus pada diri sendiri, menemukan kepuasan dari hal sederhana, dan hidup lebih tenang.
Baca Juga: Qatar Blokir Roblox Demi Lindungi Anak, Indonesia Juga Ingatkan Bahaya Game Online
Tips Menumbuhkan Sikap JOMO
Bagi sebagian orang, mengurangi kebiasaan FOMO tidaklah mudah. Namun, ada beberapa langkah sederhana yang bisa diterapkan agar lebih terbiasa menikmati JOMO:
1. Batasi Penggunaan Media Sosial
Tentukan jadwal kapan saja boleh membuka media sosial dan kapan harus berhenti. Misalnya hanya di jam tertentu, lalu hindari mengaksesnya menjelang tidur.
Waktu luang tanpa media sosial bisa diisi dengan aktivitas lain seperti membaca buku, berolahraga ringan, atau sekadar beristirahat.
Baca Juga: 5 Teknik Pernapasan Sederhana untuk Mengurangi Stres dan Menenangkan Pikiran
2. Berani Menolak Ajakan
Tidak ada salahnya sesekali menolak ajakan hangout jika terlalu sering dilakukan. Selain menghindari pemborosan, hal ini juga membantu menjaga energi dan membuat momen kebersamaan jadi lebih berkesan.
3. Fokus pada Diri Sendiri
Alih-alih sibuk membandingkan diri dengan orang lain, cobalah fokus pada minat dan hobi pribadi.
Artikel Terkait
5 Teknik Pernapasan Sederhana untuk Mengurangi Stres dan Menenangkan Pikiran
Prabowo Tegas Soal 1.063 Tambang Ilegal: Tak Ada Ampun, Termasuk untuk Jenderal dan Kader Partai
Prabowo Selamatkan Rp300 Triliun APBN 2025 dari Potensi Penyalahgunaan, Dialihkan untuk Rakyat
Qatar Blokir Roblox Demi Lindungi Anak, Indonesia Juga Ingatkan Bahaya Game Online
Pidato Kenegaraan Pertama, Presiden Prabowo Tegaskan Reformasi BUMN dan Pajak Berkeadilan