TITIKTEMU.CO, Hari raya Idul Fitri identik dengan berbagai makanan berlemak dan bersantan, seperti opor, semur daging, rendang, gule dan berbagai makanan lain khas Lebaran. Meski termasuk dalam kategori makanan bernutrisi, namun di dalamnya terdapat kandungan karbohidrat, kolesterol, lemak, dan garam yang bisa menyebabkan banyak masalah kesehatan jika dalam jumlah berlebih.
Untuk mencegah terjadinya masalah kesehatan, sebaiknya perlu melakukan pemeriksaan kesehatan berkala. Pemeriksaan kesehatan juga tidak harus menunggu kemunculan gejala, dapat dilakukan sewaktu-waktu, istilah umumnya adalah “General Medical Check Up”.
“Kita boleh makan hidangan-hidangan khas lebaran, artinya bisa mengonsumsinya, namun harus mengatur porsinya agar tidak berlebihan dan jangan lupa bagi penderita penyakit-penyakit tertentu obat-obatannya tetap rutin diminum. Selain pola diet dan obat rutin yang dikonsumsi, pola hidup sehat yang lain juga harus tetap dilakukan misalnya cukup cairan, cukup istirahat, dan rutin olah raga” tutur dr. Ika Vemilia Warlisti, Sp.PD, Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Rumah Sakit Nasional Diponegoro Universitas Diponegoro.
Baca Juga: Tips Menjaga Kesegaran Kulit Selama Berpuasa Dari Pakar UNS
“Pada pasien-pasien yang memiliki penyakit kronis, biasanya sudah terjadwal melakukan kontrol rutin pemeriksaan kesehatan fisik dan laboratorium. Sedangkan bagi pasien-pasien yang tidak memiliki riwayat penyakit kronis, ada baiknya meskipun tidak pernah sakit setidaknya satu tahun sekali melakukan General Medical Check Up. Mulai dari paket pemeriksaan kesehatan sederhana, misalnya pemeriksaan jasmani dan pengecekan laboratorium darah rutin, urin rutin, kadar gula, kadar lemak, dan asam urat sebagai pemeriksaan awal sebagai penapisan/skrening untuk penyakit-penyakit metabolik seperti penyakit Diabetes/gula, penyakit gangguan metabolisme lemak, dan darah tinggi,”, ungkapnya.
Baca Juga: Ini Dia Agar Penderita Diabetes Bisa Berpuasa Dengan Aman
“Jika ternyata saat ini parameternya hasil pemeriksaan menjadi buruk, misalnya tensi naik, kolesterol naik, asam urat naik maka akan segera kita evaluasi. Kita lakukan pengaturan makanan, diet, olahraga rutin, kemudian dalam waktu satu bulan akan kita cek kembali, apakah berhasil pengaturan tadi dan dapat menurunkan keluhan-keluhan pasien, apabila dengan pengaturan diet dan gaya hidup tidak dapat memperbaiki masalah barulah kesehatan tersebut selanjutnya akan diberikan obat-obatan sesuai indikasinya” lanjut dr. Ika.
“Sekarang ini masih dalam suasana hari raya, bagi kita yang sudah mempunyai penyakit-penyakit komorbid, seperti gula, tensi tinggi, jantung atau gangguan ginjal, kita harus tetap bisa menahan diri dan menjaga diri dengan pengaturan pola makan dan diet. Sehingga apa yang telah kita jaga selama ini tetap bisa terkontrol” pungkasnya
Artikel Terkait
Donor Darah Saat Puasa Ternyata Aman, Ini Tipsnya Supaya Tidak Lemas
Ini Alasan Pakar UGM Tak Rekomendasikan Olahraga Pagi Saat Puasa Ramadan
Puasa Ternyata Menyehatkan Kulit , Ini Kata Ahli Kulit UGM
Ini Tips Aman Agar Puasa Lancar Tidak Terganggu Penyakit Maag
Tips Menjaga Kesegaran Kulit Selama Berpuasa Dari Pakar UNS