TITIKTEMU.CO
Test COVID-19 dapat mendeteksi semua varian virus, tetapi test tersebut tidak bisa memberi tahu, varian mana yang menyerang anda.
Cara terbaik untuk menghindari semua varian adalah melindungi diri dengan protokol kesehatan ketat, termasuk mendapatkan vaksin COVID-19 bila tersedia.
Dikutip dari www.cdc.gov, virus terus-menerus berubah melalui mutasi, dan memunculkan varian virus baru. Terkadang varian baru muncul dan menghilang, kemudian di lain waktu muncul varian baru lagi, begitu seterusnya.
“Banyak varian virus SARS-CoV-2 sebagai embrio COVID-19 yang sedang dilacak di Amerika Serikat secara global selama pandemi ini.” Tulis CDC dalam artikel yang diunggah tanggal 10 Agustus 2021.
Berdasarkan penelitian para ahli, sebagian besar varian menyebabkan gejala COVID-19 yang ringan. Tetapi beberapa varian dapat menyebabkan lebih banyak orang sakit dan meninggal dunia, misalnya varian Alpha dan Delta yang telah menewaskan banyak orang di India.
Saat ini, para ilmuwan di Amerika telah mengklasifikasikan varian SARS-CoV-2 (covid-19) berdasarkan seberapa mudah mereka menyebar, seberapa parah gejalanya, dan bagaimana mereka diperlakukan. Peningkatan jumlah kasus akan menambah beban pada sumber daya perawatan kesehatan, menyebabkan lebih banyak rawat inap, dan berpotensi lebih banyak kematian.
VARIAN VIRUS
Pemerintah AS bekerjasama dengan SARS-CoV-2 Interagency Group (SIG) saat ini tengah mengembangkan skema Klasifikasi Varian yang mendefinisikan tiga kelas varian SARS-CoV-2, yakni Variant of Interest (VOI), Variant of Concern (VOC), dan Variant of High Consequence (VOHC).
Baca Juga: Awas , Walah Sudah Sembuh , Long Covid Masih Mengintai
Menurut catatan CDC, setiap klasifikasi varian mencakup kemungkinan atribut dari kelas bawah dengan status varian memungkinkan meningkat atau menurun berdasarkan bukti ilmiah yang muncul.
The World Health Organizationikon eksternal (WHO) juga mengklasifikasikan virus varian sebagai Variant of Concern dan Variants of Interest.
Baca Juga: Warga Difabel Ini Merancang Masker Khusus Buat Teman Tuli
Dari ketiga klasifikasi varian virus tersebut, setidaknya ada 4 Varian Virus yang menjadi perhatian di AS. Pertama adalah Varian Alfa - B.1.1.7. Varian Alfa pertama kali diidentifikasi di Inggris Raya. Varian ini penyebarannya jauh lebih cepat dan berpotensi menyebabkan lebih banyak orang jatuh sakit atau bahkan meninggal.
Varian kedua adalah Beta - B.1.351, yang diidentifikasi pertama kali di Afrika Selatan. Varian ini juga menyebar lebih cepat dari varian lainnya, tetapi hingga saat ini belum ada data yang menunjukkan penyakit parah atau kematian dari varian ini.
Baca Juga: Surat Vaksin Jadi Syarat Utama Perjalanan Antar Kota
Berikutnya Varian Gamma - P.1, yang pertama kali diidentifikasi di Jepang dan Brasil. Penyebaran varian gamma juga lebih cepat dari varian lainnya, tetapi hingga saat ini tidak menunjukkan penyakit atau kematian yang lebih parah daripada varian lainnya.
Varian yang belakangan menyebabkan banyak kasus kematian adalah Varian Delta - B.1.617.2. Varian Delta - B.1.617.2 pertama kali diidentifikasi di India. Menurut para ahli, penyebaran varian ini jauh lebih cepat daripada varian lainnya.