Mojtaba Khamenei Disebut Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Majelis Ahli Gelar Rapat Rahasia

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Rabu, 4 Maret 2026 | 20:05 WIB
Mojtaba Khamenei Disebut Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Majelis Ahli Gelar Rapat Rahasia. (X/@Iam_Mian)
Mojtaba Khamenei Disebut Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Majelis Ahli Gelar Rapat Rahasia. (X/@Iam_Mian)

Pria berusia 56 tahun itu disebut memiliki pengaruh besar dalam berbagai keputusan politik selama kepemimpinan ayahnya.

Banyak analis menilai Mojtaba memiliki jaringan kuat di kalangan ulama, militer, dan lembaga keamanan Iran. Faktor inilah yang membuatnya dipandang sebagai kandidat kuat untuk menggantikan posisi ayahnya.

Pendukungnya menilai Mojtaba memiliki karakter tegas dan pengalaman politik yang cukup untuk memimpin Iran dalam masa krisis.

Baca Juga: Profil Mojtaba Khamenei: Putra Ali Khamenei yang Disebut-sebut Calon Kuat Pemimpin Tertinggi Iran 

Kandidat Lain yang Sempat Muncul

Selain Mojtaba Khamenei, beberapa nama lain sempat disebut sebagai kandidat potensial pemimpin tertinggi Iran.

Salah satunya adalah Alireza Arafi, seorang ulama dan ahli hukum Islam yang juga menjadi anggota dewan transisi kepemimpinan setelah wafatnya Ali Khamenei.

Nama lain yang juga muncul adalah Seyed Hassan Khomeini, cucu dari pemimpin Revolusi Islam Iran, Ruhollah Khomeini.

Baik Arafi maupun Hassan Khomeini sering dianggap sebagai tokoh yang lebih moderat dalam politik Iran. Hassan Khomeini bahkan dikenal dekat dengan kelompok reformis yang selama ini berada di pinggiran kekuasaan.

Baca Juga: Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Terbunuh dalam Serangan AS-Israel, Negara Umumkan 40 Hari Berkabung Nasional

Bagaimana Cara Iran Memilih Pemimpin Tertinggi?

Berbeda dengan jabatan presiden, posisi Pemimpin Tertinggi Iran tidak dipilih langsung oleh rakyat.

Pemimpin tertinggi ditentukan oleh badan khusus bernama Assembly of Experts yang beranggotakan 88 ulama senior. Para anggota badan ini dipilih melalui pemilu setiap delapan tahun sekali.

Namun, prosesnya tidak sepenuhnya terbuka. Setiap calon anggota Majelis Ahli harus mendapatkan persetujuan dari Guardian Council atau Dewan Penjaga, lembaga pengawas yang sebagian anggotanya ditunjuk langsung pemimpin tertinggi.

Jika posisi pemimpin tertinggi kosong karena meninggal dunia atau mengundurkan diri, Majelis Ahli akan segera menggelar sidang untuk memilih pengganti melalui pemungutan suara.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X