Dari Panama ke Venezuela, Bayang-Bayang Intervensi Washington di Amerika Latin

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Selasa, 6 Januari 2026 | 18:05 WIB
Dari Panama ke Venezuela, Bayang-Bayang Intervensi Washington di Amerika Latin. ( United States Air Force/Wikimedia Commons)
Dari Panama ke Venezuela, Bayang-Bayang Intervensi Washington di Amerika Latin. ( United States Air Force/Wikimedia Commons)

TITIKTEMU.CO - Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat pada awal Januari 2026 segera memantik ingatan kolektif Amerika Latin.

Tiga puluh enam tahun lalu, di tanggal yang nyaris sama, Washington melakukan langkah serupa terhadap Manuel Noriega di Panama.

Dua peristiwa ini, yang dipisahkan waktu dan konteks geopolitik berbeda, memperlihatkan satu pola lama bahwa ketika kepentingan AS berseberangan dengan penguasa kawasan, sejarah bisa berulang.

Baca Juga: Siapa Gustavo Petro? Presiden Kolombia yang Berani Hadapi Tekanan Amerika Serikat 

Pengumuman Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Sabtu dini hari, 3 Januari 2026, yang menyebut aparat AS telah menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya sontak mengguncang.

Peristiwa ini terasa seperti dejavu. Tepat 36 tahun lalu, 3 Januari 1990, Manuel Noriega, penguasa Panama yang pernah dekat Washington, menyerahkan diri kepada pasukan AS setelah invasi militer.

Sejarah Noriega menunjukkan betapa tipisnya garis antara sekutu strategis,  dan musuh negara dalam politik luar negeri Amerika Serikat.

Sosok Manuel Noriega

Lahir dari kawasan miskin Kota Panama, Noriega meniti karier militer hingga masuk lingkar kekuasaan Jenderal Omar Torrijos, tokoh yang merebut kekuasaan lewat kudeta pada 1968.

Dalam bayang-bayang Torrijos, Noriega dikenal cerdas, licin, dan sangat piawai membaca arah angin politik.

Hubungannya dengan Washington terbangun erat sejak awal. Noriega menjadi informan CIA dan menerima bayaran besar untuk membantu operasi AS.

Operasi ini termasuk memerangi jaringan narkoba dan mengamankan kepentingan geopolitik Amerika di Amerika Tengah dan Selatan.

Dia bahkan disebut berperan sebagai penghubung tak resmi dengan pemimpin Kuba, Fidel Castro, sebuah peran yang membuatnya semakin bernilai di mata Washington pada era Perang Dingin.

Baca Juga: Donald Trump Klaim Akan Kuasai Minyak Venezuela, Seberapa Besar Cadangan Negeri Amerika Latin Itu? 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X