TITIKTEMU.CO - Operasi militer Amerika Serikat di Venezuela pada Sabtu (3/1/2026) memicu sorotan dunia. Dalam operasi tersebut, militer AS dilaporkan menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro beserta istrinya, Cilia Flores, sekaligus melancarkan serangan ke ibu kota Caracas.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut operasi itu sebagai tindakan strategis dengan sejumlah alasan, salah satunya dugaan keterlibatan pemerintahan Maduro dalam jaringan peredaran narkotika internasional.
“Amerika Serikat telah menjalankan operasi besar terhadap Venezuela dan kepemimpinannya,” ujar Trump dalam pernyataan resmi pada Minggu (4/1/2026).
Trump mengklaim Maduro dan istrinya telah dibawa keluar dari wilayah Venezuela. Namun, ia tidak mengungkap detail teknis operasi maupun lembaga yang terlibat dalam penangkapan tersebut.
Baca Juga: Mengapa Nicolás Maduro Ditangkap AS? Ini Alasan di Balik Operasi Militer yang Guncang Dunia
Tuduhan Lama dan Dugaan Motif Ekonomi
Nicolás Maduro sebenarnya telah lama menjadi target hukum AS. Pada 2020, ia didakwa di pengadilan Amerika atas tuduhan terorisme dan perdagangan narkoba. Meski demikian, sebagian pengamat internasional menilai operasi militer ini sarat kepentingan geopolitik dan ekonomi.
Sejumlah pihak menuding bahwa langkah AS berkaitan dengan penguasaan sumber daya alam Venezuela, khususnya sektor minyak yang dikenal sebagai salah satu terbesar di dunia. Tuduhan serupa pernah disampaikan langsung oleh Maduro dalam berbagai wawancara sebelumnya.
Venezuela dan Kekayaan Minyak Raksasa
Laporan Sky News menyebutkan bahwa Venezuela memiliki sekitar 17 persen dari total cadangan minyak dunia, setara dengan 303 miliar barel. Angka ini menempatkan Venezuela sebagai negara dengan cadangan minyak terbesar di tingkat global.
Pada puncak kejayaannya di dekade 1970-an, produksi minyak Venezuela pernah mencapai 3,5 juta barel per hari. Namun, kondisi tersebut kini jauh berbeda.
Dalam beberapa tahun terakhir, produksi minyak Venezuela mengalami penurunan drastis. Tahun lalu, produksi rata-rata hanya sekitar 1,1 juta barel per hari, atau sekitar 1 persen dari total produksi minyak dunia.
China Jadi Pasar Utama Minyak Venezuela
Artikel Terkait
Donald Trump Klaim Akan Kuasai Minyak Venezuela, Seberapa Besar Cadangan Negeri Amerika Latin Itu?
Venezuela Minta Sidang Darurat DK PBB Usai Serangan Militer AS dan Penangkapan Presiden Maduro
Rekam Jejak Nicolas Maduro: Dari Sopir Bus hingga Presiden Venezuela yang Kontroversial
Profil Biodata Nicolas Maduro, Presiden Venezuela: Dari Sopir Bus hingga Tokoh Sentral Politik Amerika Latin
Mengapa Nicolás Maduro Ditangkap AS? Ini Alasan di Balik Operasi Militer yang Guncang Dunia