Kisah Wanda Hamidah, Teror di Sisilia: Intimidasi, Pencurian, hingga Ancaman Kapal Dibakar

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Senin, 29 September 2025 | 14:05 WIB
Kisah Wanda Hamidah, Teror di Sisilia: Intimidasi, Pencurian, hingga Ancaman Kapal Dibakar. (Instagram @wandahamidahbsa)
Kisah Wanda Hamidah, Teror di Sisilia: Intimidasi, Pencurian, hingga Ancaman Kapal Dibakar. (Instagram @wandahamidahbsa)

TITIKTEMU.CO - Aktris sekaligus aktivis kemanusiaan Wanda Hamidah membagikan kisah dramatis yang dialaminya saat terjebak di Sisilia, Italia.

Selama sebulan terakhir, dia bersama rombongan Global Sumud Flotilla harus menghadapi intimidasi, pencurian, bahkan ancaman kapal dibakar saat berusaha menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk Palestina.

Melalui unggahan Instagram, Wanda menggambarkan perjalanan penuh risiko yang seharusnya sudah berlanjut ke Gaza, namun terhenti di pelabuhan Portopalo.

Wanda Hamidah mengungkapkan dirinya bahkan sampai sampai kehilangan rasa waktu karena lama tertahan.

“Sudah lupa hari, tanggal, dan bulan. Dua minggu di Tunisia, dua minggu di Portopalo, Sisilia,” tulis Wanda, Senin 29September 2025.

Baca Juga: Tertahan di Sisilia: Kisah Haru Wanda Hamidah dan Aktivis Kemanusiaan Menuju Gaza

Misi Tertahan

Ini bukan perjalanan biasa. Wanda tergabung dalam rombongan aktivis internasional yang berlayar dengan beberapa kapal menuju Gaza. Namun, misi terganggu masalah teknis dan konflik internal.

Menurut ceritanya, ada tujuh kapal yang akhirnya tidak bisa melanjutkan perjalanan karena kerusakan hingga kapten yang kabur. Situasi ini membuat rombongan semakin rentan terhadap ancaman.

“Beberapa kapten ada yang ingin membawa kabur kapal, ada juga yang meninggalkan kapal. Akhirnya tujuh kapal tidak bisa melanjutkan perjalanan,” ungkap Wanda.

Baca Juga: Prabowo di PBB: Jadi Sorotan Dunia, Trump Ajak Bicara Damai Gaza

Intimidasi dan Ancaman  

Masalah semakin pelik saat mereka bersandar di Portopalo. Wanda mengaku setiap hari ada pihak yang menintimidasi. Para aktivis dipaksa meninggalkan kapal agar bisa dikuasai dan dijual oknum pelabuhan.

“Setiap hari datang tekanan agar kami pergi meninggalkan kapal. Mereka berharap kami pergi agar kapal bisa mereka ambil,” jelas Wanda.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X