Kisah Wanda Hamidah, Teror di Sisilia: Intimidasi, Pencurian, hingga Ancaman Kapal Dibakar

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Senin, 29 September 2025 | 14:05 WIB
Kisah Wanda Hamidah, Teror di Sisilia: Intimidasi, Pencurian, hingga Ancaman Kapal Dibakar. (Instagram @wandahamidahbsa)
Kisah Wanda Hamidah, Teror di Sisilia: Intimidasi, Pencurian, hingga Ancaman Kapal Dibakar. (Instagram @wandahamidahbsa)

Lebih mengerikan lagi, aksi pencurian berlangsung hampir setiap waktu. Barang-barang penting seperti laptop, GPS, hingga monitor raib dicuri.

Bahkan, satu kapal mendapat teror serius ketika seseorang menumpahkan bensin di dek, sebuah ancaman nyata bahwa kapal bisa dibakar kapan saja.

“Portopalo itu sangat tidak aman. Hampir semua kapal dicuri barang-barangnya. Hari ini, kapal Kamar bahkan ditumpahi bensin oleh orang tak dikenal,” tulis Wanda dengan nada prihatin.

Baca Juga: Presiden Prabowo Perintahkan Pengobatan 2.000 Warga Gaza di Pulau Galang sebagai Misi Kemanusiaan

Berhasil Pindah ke Pelabuhan Lebih Aman

Di tengah situasi genting, Wanda dan rombongan akhirnya berhasil menemukan jalan keluar. Mereka memindahkan kapal utama, Sumud Nusantara, ke pelabuhan Marzamemi yang lebih aman.

“Kondisi hari ini, kami sudah berada di kapal Sumud Nusantara di pelabuhan Marzamemi, jauh lebih aman dibanding Portopalo,” ujar Wanda.

Dia juga mengaku aktif mencari solusi, mulai dari memperbaiki kapal hingga mencari kapten dan kru baru yang bisa dipercaya. Upaya ini dilakukan agar misi kemanusiaan tidak berhenti di tengah jalan.

“Beberapa hari ini saya berusaha mempertahankan kapal Nusantara, melakukan perbaikan, dan menyeleksi kapten serta kru baru,” tambahnya.

Baca Juga: Karena Alasan Kemanusiaan, Prabowo Siap Evakuasi 1.000 Warga Gaza ke Tanah Air

Persatuan Lintas Negara

Meski banyak kapal yang gagal melanjutkan perjalanan, Wanda mengungkapkan semangat para aktivis tidak surut. Sebanyak 14 orang dari tujuh negara bersatu di kapal Sumud Nusantara untuk melanjutkan pelayaran.

“Empat belas orang dari kapal-kapal yang terdampar akan bersatu di kapal Nusantara. InsyaAllah segera berlayar malam ini atau paling lama besok,” tulis Wanda.

Dia menegaskan bahwa misi ini bukan semata perjalanan fisik, melainkan perjuangan solidaritas global untuk Palestina.

Baca Juga: Sempat Tolak Wacana Relokasi, Kini Prabowo Mengutus Menlu Sugiono ke Palestina demi Evakuasi Warga Gaza ke RI 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X