“Respon cepat thd tuduhan Irine Wardhanie: Untuk fakta yang krusial: Saya TIDAK PERNAH BERTEMU dg tim/delegasi AJI/LBH Pers.
Tidak pernah tahu kedatangan mereka dan tidak diberitahu. Bagaimana bisa saya mengusir? Saya bersedia diperiksa utk kesaksian krusial ini,” tulis Farid Gaban.
Faris Gaban tidak mengelak adanya laporan tindakan percobaan pemerkosaan yang dialami Irine. Dia juga mengatakan mendengar kesaksian yang berbeda dari tertuduh.
Untuk menyelesaikan kasus itu, dia meminta pihak independen memverifikasi dua kesaksian berbeda. Pihak Irione memilih Yayasan Pulih sebagai tim independen.
“Saya setuju: YAYASAN PULIH. Saya mengatakan siap menerima rekomendasi tim independen. Kalau PULIH mengkonfirmasi tuduhan Irine, saya tidak hanya akan memecat tertuduh, tapi mendukung Irine lapor polisi,” tulisnya.
Namun, kata Farid Gaban, sampai enam tahun kasus itu berlalu dirinya belum juga mendapat rekomendasi dari Yayasan Pulih.
Farid Gaban juga membantah tuduhan Irine yang mengatakan dirinya akan menghancurkan karier jika melanjutkan kasus tersebut.
“Soal saya disebut ‘mengancam Irine akan menghancurkan karirnya’, saya bersumpah: tidak pernah mengatakan itu. Saya bersedia dites poligraph, tulisnya.***
Artikel Terkait
Dugaan Kekerasan Seksual oleh Dosen Terhadap Mahasiswi di Kampus Unesa. Begini Awal Terungkapnya
Diduga Terlibat Kekerasan Seksual kepada Mahasiswinya, Dosen Unesa Dinonaktifkan.
Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Dosen kepada Mahasiswinya, Ini Sikap Resmi Unesa
Kasus Kekerasan Seksual di Unesa Surabaya Berlanjut, Juga Terjadi di FBS?
Selain Dosen “H”, Kasus Kekerasan Seksual di Unesa Juga Dilakukan Dosen “D.W” dari FBS?
Kasus Dugaan Kekerasan Seksual di Unesa Belum Tuntas, @dear_unesacatcallers Ungkapkan Pesimisme.
Kasus Dugaan Kekerasan Seksual di Unesa, IG dear_unesacatcallers Naikkan Tagar #pecatdosencabul