TITIKTEMU.CO, Surabaya – Korban akibat kasus dugaan kekerasan seksual di kampus Universitas Negeri Surabaya (Unesa) ternyata tidak hanya seorang mahasiswi.
Seperti janji pada unggahan sebelumnya, akun instagram @dear_unesacatcallers mulai membuka informasi terkait perilaku menyimpang dosen lainnya di Unesa, yang diduga melakukan kekerasan seksual kepada mahasiswinya.
Dalam unggahan terbarunya Rabu (12/1), akun instagram @dear_unesacatcallers menyatakan seorang dosen dari Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (JBSI), Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unesa, sering memanggil mahasiswinya dengan sapaan Cantik dan Sayang.
Baca Juga: Tundukkan Juventus Hingga Perpanjangan Waktu, Inter Juara Supercoppa Italiana
Nah, kepada korban pertama, dosen D.W ini, mulanya bertanya tentang asal korban melalui kolom obrolan di apliksai Zoom melalui pesan pribadi.
Sang dosen meminta kontak ponsel korban pertama.
Alasannya, agar komunikasi bisa lebih intens.
“Sampai di sini, korban pertama belum menaruh curiga”, tulis akun instagram @dear_unesacatcallers.
Baca Juga: Catat! Tidak Semua Orang Boleh Disuntik Vaksin Sinovac, Ini Daftarnya
Berikut ini, postingan unggahan @dear_unesacatcallers selengkapnya yang diunggah pada hari Rabu (12/1):
Dosen berinisial “D.W” dari Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (JBSI), Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unesa, kerap memanggil mahasiswinya dengan sapaan “Cantik” dan “Sayang”.
Pada korban 1, DW awalnya menanyakan asal korban pada kolom obrolan di Zoom melalui pesan pribadi. DW meminta kontak ponsel korban 1 agar komunikasi lebih intens. Sampai sini korban 1 belum curiga.
Tak heran, postingan tersebut langsung memicu berbagai tanggapan.
Artikel Terkait
Dugaan Kekerasan Seksual oleh Dosen Terhadap Mahasiswi di Kampus Unesa. Begini Awal Terungkapnya
Diduga Terlibat Kekerasan Seksual kepada Mahasiswinya, Dosen Unesa Dinonaktifkan.
Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Dosen kepada Mahasiswinya, Ini Sikap Resmi Unesa
Kasus Kekerasan Seksual di Unesa Surabaya Berlanjut, Juga Terjadi di FBS?