TITIKTEMU.CO – Keluarga tak pernah membayangkan bahwa delapan bulan pencarian terhadap Alvaro Kiano Nugroho (6) berakhir dengan kenyataan yang paling kelam.
Di rumah sederhana di Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Tugimin (71) duduk menyambut pelayat tanpa hentinya. Senyumnya tetap muncul, namun suaranya bergetar setiap kali nama cucunya disebut: Alvaro Kiano Nugroho.
Tubuhnya renta dengan wajah menyembunyikan kesedihan yang dalam. Kehilangan cucunya, Alvaro, untuk selama-lamanya menjadi titik terberat dalam hidupnya.
Baca Juga: Jejak Digital yang Membuka Luka: Motif Kelam Ayah Tiri di Balik Hilangnya Alvaro
Awal Kisah: Alex, Menantu yang Tidak Pernah Dicurigai
Sejak 2023, keluarga Tugimin kedatangan menantu baru: Alex Iskandar, pria pendiam yang menikahi putrinya, Arumi. Tinggal terpisah di Tangerang, Alex tetap rutin mengunjungi Alvaro setiap pekan.
Datang setelah bekerja sebagai distributor minuman, menjemput, mengajak bermain, membeli jajanan, lalu mengembalikan cucunya ke rumah.
Tidak pernah ada kejadian buruk dan hal-hal buruk. Tidak ada suara bentakan. Tidak ada tanda kekerasan yang pernah ditunjukkan.
“Kalem bener. Lugu. Sopan. Cium tangan kalau datang,” kenang Tugimin mengenang.
Karena itu, tidak pernah terlintas dalam benaknya bahwa sosok yang terlihat begitu tenang justru menyimpan sisi paling gelap.
Baca Juga: Cemburu Berujung Tragedi, Ini Motif Ayah Tiri Culik dan Bunuh Alvaro Kiano
Mainan Rusak dan Anak Mengambek
Selasa, 4 Maret 2025, Alex datang membawa mainan baru untuk Alvaro. Namun, mainan itu rusak setelah tertabrak kakaknya. Alvaro ngambek, merengek minta diganti, sementara malam sudah larut.
Alex pun pamit pulang setelah membujuk seadanya. Tidak ada siapa pun yang menduga bahwa peristiwa kecil itu kelak menjadi kenangan terakhir tentang interaksi normal antara Alex dan Alvaro.