Jejak Digital yang Membuka Luka: Motif Kelam Ayah Tiri di Balik Hilangnya Alvaro

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Selasa, 25 November 2025 | 15:15 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto ungkap motif pelaku penculikan dan pembunuhan yang dilakukan ayah tiri Alvaro Kiano Nugroho.  (Dok Polri)
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto ungkap motif pelaku penculikan dan pembunuhan yang dilakukan ayah tiri Alvaro Kiano Nugroho. (Dok Polri)

TITIKTEMU.CO - Polisi mengungkap bahwa kasus penculikan dan pembunuhan Alvaro Kiano Nugroho (6) dilakukan oleh ayah tirinya, Alex Iskandar, berawal dari dendam yang menumpuk terhadap istrinya—ibu kandung Alvaro.

Melalui rekaman digital komunikasi sebelum kejadian pada 6 Maret 2025, penyidik menemukan indikasi kuat bahwa Alex memendam kemarahan terkait dugaan perselingkuhan istrinya yang bekerja di luar negeri.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menjelaskan bahwa dugaan itu memicu ledakan emosi yang akhirnya berujung pada tragedi.

“Motifnya muncul dari akumulasi dorongan emosi. Diduga istrinya memiliki pria idaman lain,” ujar Budi dalam konferensi pers di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (24/11/2025).

Baca Juga: Jejak Pagi di Kampus IPB: Kisah Masa Kecil Purbaya yang Membentuk Sosok Menkeu Tangguh

Akumulasi Emosi yang Berakhir Tragis

Kemarahan yang terus menumpuk mendorong Alex melakukan tindakan yang tak terbayangkan: menculik sekaligus menghabisi nyawa Alvaro.

Polisi menemukan sejumlah percakapan digital yang memperlihatkan luapan emosi tersangka, menegaskan bahwa tindakannya tidak muncul secara spontan, tetapi direncanakan dalam kondisi mental yang dipenuhi dendam.

Baca Juga: Reza Rahadian Janjikan Film Keadilan yang Ringan: Ketika Dunia Tak Adil Melahirkan Antihero

Rekam Digital yang Membongkar Niat Buruk

Jejak digital menjadi kunci mengungkap motif pelaku.

Penyidik menyita ponsel Alex dan melakukan analisis forensik terhadap percakapannya dengan ibu korban.

“Di percakapan muncul kalimat ‘gimana caranya gue balas dendam’. Itu ditulis berulang dengan konteks kemarahan dan sakit hati,” jelas Budi.

Dari temuan itu, polisi menyimpulkan adanya niat balas dendam yang kemudian diarahkan pada sosok yang paling tak bersalah: Alvaro.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Sumber: Polda Metro Jaya

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X