Baca Juga: Heboh Pertalite Bikin Motor Brebet: Salah BBM atau Ada Masalah Lain? Begini Respons Pemerintah!
Pengakuan Mengejutkan: Dari “Jaga Lahan” hingga “Dari Timur”
Dalam interogasi awal, HD mengaku bahwa dirinya dan rekan-rekannya sedang berjaga di lahan saat kejadian.
“Kami sudah beberapa hari jaga di situ. Tiba-tiba tadi pagi mereka datang, marah-marah, gedor-gedor,” ujarnya.
Ketika ditanya asal senjata api yang digunakan, HD hanya menjawab singkat: “Dari timur.” Pernyataan itu pun kini tengah ditelusuri lebih lanjut oleh pihak kepolisian.
HD, yang diketahui warga Kupang, Nusa Tenggara Timur, disebut tidak memiliki pekerjaan tetap.
Polisi Ungkap Motif: Dendam dan Kesalahpahaman
Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Brigjen Ade Ary Syam Indradi, pelaku menembak korban karena kesal.
Penyebabnya, korban dan rekannya disebut memaksa masuk serta merusak gerbang di lokasi penjagaan kelompok HD tanpa izin.
“Selain itu, pelaku merasa diintimidasi dan tidak diajak berkoordinasi,” jelas Ade Ary.
Pihak kepolisian menegaskan, kasus ini murni akibat konflik lahan dan emosi sesaat, bukan perencanaan pembunuhan.
Baca Juga: Biaya Haji 2026 Turun, tapi Tetap Fantastis: Cuma Gimmick Angka?
Kondisi Korban Kini Stabil
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro mengonfirmasi bahwa insiden terjadi sekitar pukul 07.28 WIB.