Setelah Polisi Tangkap ‘Bjorka Gadungan’, 341 Ribu Data Polisi Bocor: Publik Pertanyakan Siapa Hacker Sebenarnya?

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Rabu, 8 Oktober 2025 | 13:23 WIB
Menyoroti kasus penangkapan hacker yang dikenal dengan nama Bjorka oleh pihak kepolisian usai kini menuai sorotan terkait keaslian pelakunya. (Dok. Polri)
Menyoroti kasus penangkapan hacker yang dikenal dengan nama Bjorka oleh pihak kepolisian usai kini menuai sorotan terkait keaslian pelakunya. (Dok. Polri)

TITIKTEMU.CO – Nama ‘Bjorka’ kembali mengguncang jagat maya usai Polda Metro Jaya mengumumkan penangkapan seorang pemuda asal Minahasa, berinisial WFT (22), yang diduga menjadi sosok di balik akun @bjorkanesiaaa.

Namun, penangkapan itu justru menimbulkan perdebatan baru setelah muncul kebocoran 341 ribu data anggota Polri, yang diduga dilakukan oleh Bjorka asli.

Informasi kebocoran data tersebut pertama kali diungkap oleh pakar keamanan siber Teguh Aprianto melalui akun X (Twitter) miliknya, @secgron, pada Minggu, 5 Oktober 2025.

“Polisi mengklaim menangkap Bjorka. Padahal yang ditangkap itu cuma faker alias peniru,” tulis Teguh.

Ironisnya, kebocoran besar itu terjadi hanya sehari setelah pengumuman penangkapan WFT. Data yang bocor mencakup nama, pangkat, nomor HP, dan email ribuan anggota Polri.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Wacanakan Pemutihan untuk Produsen Rokok Ilegal, Solusi Cerdas atau Langkah Kontroversial?

Sosok yang mengaku sebagai Bjorka asli bahkan menuding polisi telah salah tangkap. Tak lama berselang, file data tersebut benar-benar muncul di forum gelap (dark web).

Publik pun bertanya-tanya: siapa sebenarnya Bjorka yang sesungguhnya?

Polisi Akui Masih Telusuri Identitas Hacker

Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya, AKBP Reonald Simanjuntak, mengatakan bahwa penyelidikan terhadap identitas pelaku masih berlangsung.
Menurutnya, dunia digital memungkinkan siapa pun untuk menggunakan berbagai identitas secara bebas.

“Everybody can be anybody di internet, siapa pun bisa jadi siapa saja di dunia maya,” ujarnya, Senin (6/10/2025).

Reonald juga menegaskan bahwa pihak kepolisian masih menelusuri jejak digital WFT, termasuk aktivitasnya di dark web. Ia mengungkapkan bahwa WFT kerap mengganti nama akun dan aktif di berbagai forum siber.

Baca Juga: Peluang Tipis, Semangat Tak Padam! Timnas Indonesia Siap Hadapi Arab Saudi di Round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026

“Yang bersangkutan beberapa kali mengganti nama di dark web,” tambahnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X