Fenomena Cahaya Merah di Langit Cirebon Ternyata Meteor, BRIN Ungkap Fakta Ilmiahnya!

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Rabu, 8 Oktober 2025 | 12:21 WIB
Menyoroti analisis dugaan fenomena meteor jatuh di wilayah Cirebon, pada Minggu, 5 Oktober 2025. (Instagram.com/@t_djamal)
Menyoroti analisis dugaan fenomena meteor jatuh di wilayah Cirebon, pada Minggu, 5 Oktober 2025. (Instagram.com/@t_djamal)

TITIKTEMU.CO – Warga Cirebon dan sekitarnya dibuat heboh dengan kemunculan cahaya merah di langit pada Minggu, 5 Oktober 2025, disertai suara dentuman keras yang menggema di berbagai wilayah.

Fenomena langka tersebut sempat memicu kepanikan dan menjadi topik hangat di media sosial, dengan berbagai spekulasi liar yang bermunculan.

Beberapa warganet menduga peristiwa itu berasal dari ledakan pabrik, kebakaran perkebunan tebu, hingga teori konspirasi tentang benda luar angkasa. Namun, penjelasan ilmiah akhirnya datang dari peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, yang memastikan bahwa sumber cahaya merah dan dentuman keras itu adalah meteor besar yang melintas di langit Cirebon hingga Kuningan.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Suntik Rp200 Triliun ke Bank Himbara, Targetkan Ekonomi Tumbuh 5,5 Persen Kuartal IV 2025

Meteor Besar Melintas, Tapi Tidak Menabrak Bumi

Thomas menjelaskan, analisisnya didasarkan pada rekaman CCTV, laporan warga, dan data sensor getaran dari BMKG Cirebon.
Menurutnya, meteor tersebut melintas cepat di langit bagian barat daya pada pukul 18.35–18.39 WIB, menciptakan gelombang kejut yang terdengar hingga puluhan kilometer.

“Berdasarkan fakta-fakta yang ada, saya menyimpulkan fenomena dentuman di Cirebon dan sekitarnya merupakan meteor besar yang melintas dari arah barat daya di selatan Jawa menuju wilayah Kuningan dan Cirebon,” jelas Thomas.

Meteor dengan diameter sekitar 3 hingga 5 meter itu diyakini terbakar di atmosfer sebelum mencapai permukaan bumi.
Kendati demikian, Thomas tidak menutup kemungkinan adanya fragmen kecil yang jatuh di wilayah terpencil.

Baca Juga: Aliansi Pemantau Program BGN Desak Presiden Copot 6 Pejabat, Ungkap Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG

Terpantau oleh Sensor BMKG

Menurut data yang dirilis BRIN, sensor getaran milik BMKG Cirebon di Astanajapura (ACJM) mencatat adanya aktivitas tidak biasa pada pukul 18:39:12 WIB di azimut 221 derajat (arah barat daya).
Getaran tersebut bertepatan dengan waktu munculnya cahaya merah yang direkam sejumlah warga.

Thomas menambahkan bahwa kejadian ini menjadi pengingat akan padatnya lalu lintas benda langit di sekitar bumi, yang sewaktu-waktu bisa memunculkan fenomena serupa.

Pernah Terjadi di Bone, Sulawesi Selatan

Menariknya, Thomas membandingkan kejadian di Cirebon ini dengan fenomena meteor di Bone, Sulawesi Selatan pada tahun 2009.
Saat itu, meteor berukuran sekitar 10 kilometer menimbulkan dentuman keras dan getaran hingga kaca jendela rumah warga bergetar.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X