Bareskrim Hentikan Penyelidikan Dugaan Ijazah Palsu Jokowi, Tak Ditemukan Unsur Pidana

photo author
Redaksi TITIKTEMU, TitikTemu.co
- Jumat, 23 Mei 2025 | 07:45 WIB
Konpers Bareskrim Mabes Polri dalam kasus dugaan Ijazah palsu Jokowi (humas.polri.go.id)
Konpers Bareskrim Mabes Polri dalam kasus dugaan Ijazah palsu Jokowi (humas.polri.go.id)


TITIKTEMU.CO - Penyelidikan dugaan ijazah palsu milik Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, resmi dihentikan oleh Bareskrim Polri.

Hal ini disampaikan langsung oleh Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim, Brigjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro.

Setelah melalui serangkaian proses pemeriksaan dan uji laboratorium forensik, pihak Bareskrim menyatakan bahwa ijazah Jokowi terbukti otentik.

Baca Juga: Cara Mengubah Nama Sekolah di Portal e-Ijazah 2025: Dampak dan Solusi Tepat untuk Kesesuaian Data

Dokumen tersebut bahkan telah dibandingkan dengan tiga ijazah milik rekan seangkatannya dari Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), tempat Jokowi menyelesaikan pendidikan sarjananya.

"Dari proses pengaduan dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbuatan pidana sehingga perkara ini dihentikan penyelidikannya," ujar Djuhandhani dalam konferensi pers yang digelar di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis 22 Mei 2025.

Baca Juga: Mega Film Asia Prime Berlanjut Di Indosiar Dengan Tampilan Jackie Chan dan Tony Jaa

Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo
Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Instagram/jokowi)

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penyelidik berhasil memperoleh dokumen asli ijazah atas nama Joko Widodo, lengkap dengan Nomor Induk Mahasiswa (NIM) 1681 KT yang diterbitkan pada 5 November 1985.

Untuk memastikan keasliannya, ijazah tersebut diuji secara laboratoris dan dibandingkan dengan milik tiga alumni UGM dari angkatan yang sama.

"Telah diuji secara laboratoris berikut sampel pembanding dari tiga rekan pada masa menempuh perkuliahan di Fakultas Kehutanan UGM,” kata Djuhandhani.

Baca Juga: Tottenham Hotspur Juara Liga Europa dan Lolos ke Liga Champions Setelah Mengubur Impian Manchester United

“Cap stempel dan tinta tanda tangan milik dekan dan rektor dari peneliti tersebut, maka antara bukti dan pembanding adalah identik atau berasal dari satu produk yang sama," imbuhnya.

Dengan hasil ini, Djuhandhani berharap tidak ada lagi polemik berkepanjangan soal keaslian ijazah Jokowi.

Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga stabilitas negara, terutama di masa pemerintahan yang baru.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi TITIKTEMU

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X